Proses transfer Display Box (DB) dari packing table menuju shrink tunnel pada Line X PT ABC masih dilakukan secara manual oleh satu operator yang melayani enam mesin packing. Kondisi ini menimbulkan bottleneck, penumpukan Work In Process (WIP), waiting time yang tinggi, dan cycle time yang panjang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bottleneck, menerapkan Theory of Constraints (TOC) dan prinsip Jidoka, serta mengevaluasi perubahan kinerja proses transfer setelah perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pengukuran stopwatch, dan dokumen produksi pada kondisi sebelum dan sesudah perbaikan. Lima tahap TOC digunakan untuk mengidentifikasi, mengeksploitasi, menyesuaikan, meningkatkan kapasitas, dan mengevaluasi kembali constraint. Perbaikan pada tahap peningkatan kapasitas dilakukan melalui sensor, phuser pneumatik, penataan area transfer, dan peningkatan kecepatan conveyor dari 11 m/menit menjadi 15 m/menit. Hasil menunjukkan rata-rata output meningkat dari 1.395,9 DB/jam menjadi 1.519,6 DB/jam atau 8,86%. WIP turun dari 209,9 DB menjadi 77 DB atau 63,32%. Cycle time turun dari 13,70 detik/DB menjadi 9,00 detik/DB atau 34,31%, sedangkan waiting time turun dari 63,17 detik/DB menjadi 47,17 detik/DB atau 25,33%. Pencapaian produksi meningkat dari 84% sebelum perbaikan menjadi 90% pada Juni dan 91% pada Juli 2026. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi TOC dan Jidoka memperbaiki kelancaran aliran proses transfer, meskipun target perusahaan sebesar 93% belum tercapai.
Copyrights © 2026