Latar belakang penelitian ini berangkat dari keberadaan tradisi Bajo, yaitu kebiasaan melepas lelah masyarakat Skouw di Kota Jayapura setelah melakukan aktivitas berburu. Tradisi tersebut menggunakan lumpur sebagai medium utama dan mengandung nilai-nilai simbolik tentang relasi manusia dengan alam serta kesetaraan antarmanusia. Penelitian-penciptaan ini bertujuan untuk mentransformasikan tradisi Bajo ke dalam karya tari kontemporer berjudul Fi dengan tetap mempertahankan nilai filosofis dan kearifan lokalnya, sekaligus mengisi celah kajian penciptaan tari berbasis praktik budaya non-ritual masyarakat adat Papua. Metode yang digunakan adalah penelitian berbasis praktik (practice-based research) melalui tahapan eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan koreografi. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa tradisi Bajo dapat diolah menjadi karya tari kontemporer dengan mode penyajian simbolik, menggunakan lumpur (Fi) dan tas tradisional bae sebagai elemen utama koreografi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa karya tari Fi berkontribusi pada pengembangan wacana tari kontemporer berbasis tradisi lokal serta menjadi medium pelestarian budaya masyarakat Skouw di Papua.
Copyrights © 2025