Wor randan merupakan bentuk ekspresi vokal tradisional masyarakat Biak yang memiliki peran penting dalam berbagai ritus adat, salah satunya adalah ritual Fan Nanggi. Sebagai bagian dari warisan budaya lisan, Wor Randan mengandung nilai-nilai spiritual, historis, dan sosial yang diwujudkan melalui struktur melodi, ekspresi musikal, serta penggunaan bahasa yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur melodi, bentuk ekspresi musikal, dan variasi dialek yang muncul dalam Wor Randan pada ritual Fan Nanggi di empat wilayah adat Kabupaten Biak Numfor: Oridek, Swandiwe, Barmani, dan Napa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pelantun Wor Randan, serta dokumentasi audio-visual. Analisis dilakukan terhadap aspek musikal (struktur melodi, ritme, tempo, dan dinamika), ekspresi musikal (intonasi, artikulasi, serta suasana emosional), dan unsur linguistik (interferensi serta variasi dialek lokal dalam teks Wor randan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur melodi Wor Randan memiliki pola repetitif dan melismatik yang berbeda-beda di tiap wilayah adat, mencerminkan karakter lokal masing-masing. Ekspresi musikal mengandung nuansa emosional yang kuat dan berfungsi sebagai sarana komunikasi spiritual dalam konteks ritual. Selain itu, ditemukan adanya interferensi dialek yang memperkaya keberagaman bentuk teks Wor randan, memperlihatkan dinamika linguistik antar wilayah adat Biak Numfor. Temuan ini memperkuat posisi Wor randan tidak hanya sebagai warisan musik vokal, tetapi juga sebagai representasi identitas kultural dan linguistik masyarakat Biak. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap dokumentasi, pelestarian, dan revitalisasi seni vokal tradisional yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal Papua.
Copyrights © 2025