Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dampak dari penambahan Lemna sp. yang telah difermentasi dalam pakan terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan efisiensi konversi pakan (FCR) pada benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Lokasi penelitian dilakukan di Balai Benih Ikan Karrang, di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan: A (100% Lemna fermentasi + 0% pelet), B (75% Lemna fermentasi + 25% pelet), C (50% Lemna fermentasi + 50% pelet), D (25% Lemna fermentasi + 75% pelet), dan E (0% Lemna fermentasi + 100% pelet). Parameter yang diperhatikan termasuk pertumbuhan (berat dan panjang), rasio konversi pakan (FCR), tingkat kelangsungan hidup, serta kualitas air (suhu dan pH). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan D menghasilkan bobot akhir rata-rata tertinggi yaitu 16,06 g dan panjang 24,57 cm; perlakuan B mencatatkan FCR terendah sebesar 1,3067; sedangkan perlakuan C menunjukkan nilai kelangsungan hidup tertinggi. Analisis ekonomi yang sederhana menunjukkan bahwa dengan mengganti sebagian pelet menggunakan Lemna fermentasi, biaya pakan per satuan penambahan bobot dapat berkurang asalkan biaya produksi Lemna fermentasi tidak lebih dari Rp 5.000/kg. Untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan dan biaya dalam skala pembenihan, direkomendasikan penggunaan campuran 25% Lemna fermentasi dan 75% pelet. Kata Kunci: Fermentasi Lemna, FCR, Ikan Nila, Pertumbuhan, Sintasan
Copyrights © 2025