Pemanfaatan limbah tulang ikan malong masih belum dilakukan dan belum terpublikasikan. Tulang ikan malong merupakan salah satu limbah padat yang memiliki potensi sebagai salah satu sumber kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik fisikokimia tepung tulang ikan malong (Muraenesox cinerus) sebagai upaya pemanfaatan limbah tulang menjadi produk bernilai tambah. Proses pengolahan dilakukan melalui tahap perebusan berulang, pemanasan, pengeringan, penghalusan, dan pengayakan. Analisis proksimat meliputi kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, serat kasar, analisis rendemen untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dari tepung tulang ikan malong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tepung tulang yang diperoleh sebesar 13,40% dengan nilai pH sebesar 6,96. Kandungan proksimat meliputi kadar abu 60,77%, air 0,51%, lemak 4,12%, protein 26,54%, karbohidrat 5,75%, dan serat kasar 2,29% serta nilai kalsium yang didapatkan adalah 4,62%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa tepung tulang ikan malong memiliki komposisi mineral yang tinggi serta kandungan organik yang sesuai untuk berbagai aplikasi industri. Studi ini memberi gambaran awal untuk pengembangan tepung tulang sebagai bahan tambahan pada pangan, pakan, dan produk turunan lainnya
Copyrights © 2025