Penelitian ini menganalisis tingkat kesadaran pengguna tentang keamanan siber terkait ancaman Social Engineering, dengan fokus pada manusia sebagai titik kelemahan utama dalam sistem keamanan. Tingkat kesadaran ini dievaluasi menggunakan pendekatan Knowledge, Attitude, and Behavior (KAB) dan instrumen HAIS-Q. Metode yang digunakan adalah campuran metode penjelasan berurutan melalui survei online terhadap 450 responden dan simulasi pengumpulan informasi terbuka (OSINT) yang terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran keamanan pengguna berada pada tingkat sedang, dengan perbedaan yang signifikan antara pengetahuan mereka dan perilaku aktual mereka. Kerentanan utama terlihat pada kebiasaan berbagi informasi berlebihan di media sosial serta pengelolaan kata sandi yang kurang aman. Untuk meningkatkan ketahanan pengguna terhadap ancaman Social Engineering penelitian ini menyarankan integrasi solusi teknologi dengan edukasi perilaku.
Copyrights © 2026