Artikel ini mengeksplorasi integrasi antara Islam dan sains bukan sekadar sebagai upaya harmonisasi epistemologis, melainkan sebagai proyek dekolonisasi Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama era kolonial dan pascakolonial, dualisme pendidikan telah memisahkan ilmu agama dan ilmu umum, yang berdampak pada inferioritas intelektual Muslim dan fragmentasi pengetahuan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis kerangka teoretis integrasi-interkoneksi sebagai alat untuk membongkar hegemoni epistemologi Barat (Eurosentrisme) dalam kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Islam-sains memungkinkan rekonstruksi kurikulum yang tidak lagi menempatkan agama sebagai entitas yang terisolasi, melainkan sebagai basis aksiologis dan epistemologis bagi pengembangan sains. Proyek dekolonisasi ini menuntut reorientasi metodologis, mulai dari level filosofis hingga praktis di kelas. Kesimpulannya, integrasi Islam-sains adalah langkah krusial untuk mengembalikan kedaulatan intelektual Muslim dan menciptakan sistem pendidikan yang holistik serta relevan dengan tantangan zaman modern tanpa kehilangan identitas spiritual.
Copyrights © 2026