Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fiqih Digital: Kajian Etika Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Pendidikan Agama Islam Muhamad Abdilah; Abdul Hamid; Siswanto Siswanto; Ifada Retno Ekaningrum
At-Tadris: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): At-Tadris: Journal of Islamic Education
Publisher : Ikatan Dai Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/ssda6632

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has significantly transformed the educational landscape, including Islamic Religious Education. AI offers numerous opportunities to enhance learning effectiveness through personalized instruction, broader access to knowledge, and greater efficiency in educational processes. Nevertheless, the use of AI also raises various ethical concerns, including academic plagiarism, algorithmic bias, technological dependency, the erosion of religious scholarly authority, and threats to data privacy. This study aims to examine the ethical dimensions of AI utilization in Islamic Religious Education from the perspective of digital fiqh. The research employs a qualitative library research approach using content analysis of relevant academic literature. The findings reveal that the use of AI in Islamic education is generally permissible as long as it aligns with Islamic legal principles and contributes to public benefit (maslahah). The framework of maqāṣid al-sharī‘ah serves as the primary foundation for evaluating both the opportunities and risks associated with AI implementation. Ethical principles such as trustworthiness (amanah), verification (tabayyun), public benefit (maslahah), justice (al-'adl), and responsibility (mas'uliyyah) should guide the use of AI within Islamic educational settings. This study concludes that AI should function as a supportive educational tool rather than a replacement for teachers, thereby preserving the fundamental objectives of Islamic education in nurturing faithful, knowledgeable, and morally responsible individuals in the digital era.
Teori Potensi Diri dalam Pendidikan Islam: Analisis Filosofis Dan Implementasi Pengembangan Fitrah Muhamad Abdilah
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam konsep potensi diri manusia dalam perspektif pendidikan Islam. Dalam pandangan Islam, potensi diri dipahami sebagai fitrah, yaitu kapasitas dasar yang dianugerahkan Allah SWT kepada setiap individu sejak lahir. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah ketidakseimbangan dalam pengembangan potensi intelektual, fisik, dan spiritual yang kerap terjadi dalam sistem pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi terhadap berbagai sumber literatur, baik karya-karya klasik maupun kontemporer yang relevan dengan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi diri manusia bersifat integral dan holistik, yang mencakup dimensi aqliyah (intelektual), jasadiyah (fisik), dan ruhaniyah (spiritual). Pendidikan Islam memiliki peran strategis sebagai fasilitator melalui proses tarbiyah dan ta’dib dalam mengaktualisasikan potensi tersebut agar berkembang menjadi kompetensi nyata. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan Islam tidak hanya diukur dari pencapaian intelektual semata, tetapi dari kemampuan individu dalam mencapai derajat insan kamil, yaitu pribadi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kemuliaan akhlak.
Integrasi Islam–Sains sebagai Proyek Dekolonisasi Pendidikan Agama Islam Muhamad Abdilah
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.232

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi integrasi antara Islam dan sains bukan sekadar sebagai upaya harmonisasi epistemologis, melainkan sebagai proyek dekolonisasi Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama era kolonial dan pascakolonial, dualisme pendidikan telah memisahkan ilmu agama dan ilmu umum, yang berdampak pada inferioritas intelektual Muslim dan fragmentasi pengetahuan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis kerangka teoretis integrasi-interkoneksi sebagai alat untuk membongkar hegemoni epistemologi Barat (Eurosentrisme) dalam kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Islam-sains memungkinkan rekonstruksi kurikulum yang tidak lagi menempatkan agama sebagai entitas yang terisolasi, melainkan sebagai basis aksiologis dan epistemologis bagi pengembangan sains. Proyek dekolonisasi ini menuntut reorientasi metodologis, mulai dari level filosofis hingga praktis di kelas. Kesimpulannya, integrasi Islam-sains adalah langkah krusial untuk mengembalikan kedaulatan intelektual Muslim dan menciptakan sistem pendidikan yang holistik serta relevan dengan tantangan zaman modern tanpa kehilangan identitas spiritual.