Kajian Tipitaka ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan melepas (the power of letting go) yang tersirat dalam Nikāya. Beberapa khotbah Buddha yang diambil untuk kajian ini antara lain; Dīgha Nikāya (Mahāsudassana Sutta dan Mahāsatipaṭṭhāna Sutta), Majjhima Nikāya (Alagadūpama Sutta dan Devadaha sutta), Saṃyutta Nikāya (Aḷāyatanasaṃyutta dan Khandhasaṃyutta), Aṅguttara Nikāya (Dukanipātapāḷi dan Catukanipātapāḷi), Khuddaka Nikāya (Dhammapada, Uraga Sutta, dan Itivuttaka). Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Penelitian dilakukan dengan mengkaji data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari sumber utama, yakni kitab-kitab agama Buddha, khususnya lima Nikāya dalam Tipitaka. Sementara data sekunder diperoleh dengan mengkaji buku, artikel, dan karya ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. Analisis data menggunakan metode analisis isi dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mengorganisasi, dan menafsirkan data secara mendalam guna memperoleh pemahaman yang lebih kaya mengenai kekuatan melepas dalam lima Nikāya. Sehingga dapat diketahui bahwa melepas adalah suatu usaha bijaksana untuk meninggalkan keterikatan terhadap hal-hal yang menyenangkan ataupun menyedihkan. Tindakan melepas bisa dilakukan dengan cara menumbuhkan pemahaman tentang sifat ketidakkekalan, sehingga muncul sikap penerimaan terhadap segala perubahan yang terjadi. Dengan memahami konsep ini, masyarakat diharapkan dapat merefleksikan kekuatan melepas untuk menciptakan kehidupan yang lebih tenang, damai, dan bahagia.
Copyrights © 2026