Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan Islam di Nusantara pada masa kolonial Belanda dengan menitikberatkan pada interaksi antara kebijakan pendidikan kolonial, perkembangan kelembagaan, serta respons komunitas Muslim. Penelitian ini berangkat dari konteks historis sistem pendidikan kolonial yang bersifat dualistik, yaitu pemisahan antara pendidikan Barat dan pendidikan Islam pribumi, yang menyebabkan marginalisasi struktural sekaligus mendorong terjadinya transformasi adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-komparatif dengan metode kualitatif, melalui pemanfaatan sumber data primer dan sekunder seperti arsip kolonial, dokumen kelembagaan, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan kolonial tidak hanya membatasi perkembangan institusi pendidikan Islam, tetapi juga secara tidak langsung mendorong lahirnya lembaga pendidikan yang mengalami pembaruan, seperti madrasah yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Selain itu, gerakan pembaruan, khususnya Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, memiliki peran penting dalam membentuk kembali pendidikan Islam agar mampu merespons tuntutan masyarakat modern. Penelitian ini juga menemukan bahwa transformasi tersebut memiliki implikasi jangka panjang terhadap pembentukan identitas keislaman nasional serta integrasi pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan interdisipliner dan analisis lintas wilayah yang menggabungkan perspektif sejarah, sosiologi pendidikan, dan kebijakan publik untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai transformasi pendidikan Islam. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan kontemporer, khususnya dalam mendorong pendidikan Islam yang integratif, inklusif, dan responsif terhadap konteks.
Copyrights © 2026