Profitabilitas bank syariah dipengaruhi oleh pengelolaan likuiditas dan efisiensi operasional, terutama di tengah transformasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas Bank Muamalat Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder laporan keuangan triwulanan Bank Muamalat Indonesia periode 2018–2025. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GWM Rupiah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA) dengan nilai signifikansi 0,038. BOPO juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA dengan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dengan nilai koefisien determinasi sebesar 76,1%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan likuiditas dan efisiensi operasional yang baik berperan penting dalam meningkatkan profitabilitas bank syariah di era digital.
Copyrights © 2026