Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Asset Liability Management (ALMA) dalam Pengelolaan Risiko Likuiditas dan Implikasinya Terhadap Stabilitas Bank Syariah Salsabila Rahmania Luhri; Intan Yuniati; Dewi Kartika Putri; Reza Aimatul Azimah; Anang Haris Firmansyah
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i4.2565

Abstract

Abstract. Liquidity risk constitutes a significant challenge for Islamic banking institutions due to the mismatch between asset and liability maturities, the limited availability of highly liquid Sharia-compliant financial instruments, and the substantial reliance on third-party funds. These circumstances necessitate the implementation of Asset Liability Management (ALMA) as a strategic mechanism to maintain financial equilibrium and ensure institutional stability. This study aims to examine the effectiveness of ALMA in managing liquidity risk and its implications for the stability of Islamic banks. A qualitative approach was employed using a library research method through a comprehensive review of academic journals, books, regulatory frameworks, and related reports. The findings reveal that ALMA contributes significantly to liquidity risk mitigation through effective asset–liability structuring, maturity mismatch management, and integrated risk management practices. Furthermore, ALMA supports stronger capital adequacy, enhanced profitability, improved governance quality, and greater resilience to economic uncertainties. Keywords: ALMA; liquidity; profitability; bank stability; islamic banking Abstrak. Risiko likuiditas menjadi salah satu permasalahan penting dalam industri perbankan syariah karena adanya ketidakseimbangan antara jatuh tempo aset dan kewajiban, keterbatasan instrumen keuangan syariah yang mudah dicairkan, serta dominasi sumber dana yang berasal dari dana pihak ketiga. Kondisi tersebut menuntut bank syariah untuk menerapkan Asset Liability Management (ALMA) sebagai upaya strategis dalam menjaga keseimbangan keuangan dan mempertahankan stabilitas operasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas ALMA dalam mengelola risiko likuiditas serta pengaruhnya terhadap stabilitas bank syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui penelaahan berbagai literatur berupa jurnal ilmiah, buku, regulasi, dan laporan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan ALMA mampu mendukung pengendalian risiko likuiditas melalui pengelolaan struktur aset dan liabilitas, pengurangan ketidaksesuaian jatuh tempo, serta penerapan manajemen risiko yang terintegrasi. Selain itu, ALMA berkontribusi dalam memperkuat kecukupan modal, meningkatkan profitabilitas, memperbaiki tata kelola, dan meningkatkan kemampuan bank dalam menghadapi dinamika ekonomi. Kata kunci: ALMA; likuiditas; profitabilitas; stabilitas bank; bank syariah
Pengaruh Non Performing Financing (NPF) Terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) PT Bank Muamalat Indonesia Periode 2020-2024 Wilma khafsa; Shalsya Citra Artamedya Pangesti; Mohammad Robet Abdillah; Anang Haris Firmansyah
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i4.2600

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the influence of Non Performing Financing (NPF) on Third Party Funds (DPK) at PT Bank Muamalat Indonesia for the 2020-2024 period. DPK is the main source of funds for Islamic banks which is greatly influenced by the level of public trust, while NPF reflects the level of problematic financing that can affect the public’s perception of the bank’s health. This research uses a quantitative approach with a type of causal associative research. The data used is in the form of secondary data from the quarterly financial statements of PT Bank Muamalat Indonesia for the period 2020-2024 with a total of 20 observations. Data analysis was conducted using descriptive statistics, classical assumption tests, simple linear regression, t-test, and coefficient of determination (R²) with the assistance of SPSS. The results show that NPF has a negative and significant effect on TPF, as indicated by a t-value of -6.178 with a significance level of < 0.001. The regression coefficient of -1.469 indicates that every 1% increase in NPF reduces TPF by 1.469 trillion rupiah. Furthermore, the coefficient of determination (R²) of 0.680 indicates that NPF explains 68% of the variation in TPF, while the remaining 32% is influenced by other factors outside the model. This finding shows that effective problem financing management is very important to maintain public trust and the stability of fundraising in Islamic banks. Keywords: Third Party Fund (DPK); Community Trust; Non Performing Financing (NPF); Problem Financing; Sharia Banking. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Non Performing Financing (NPF) terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) pada PT Bank Muamalat Indonesia periode 2020–2024. DPK merupakan sumber dana utama bank syariah yang sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan masyarakat, sedangkan NPF mencerminkan tingkat pembiayaan bermasalah yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kesehatan bank. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Data yang digunakan berupa data sekunder dari laporan keuangan triwulanan PT Bank Muamalat Indonesia periode 2020–2024 dengan jumlah 20 observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R2) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPF berpengaruh negatif dan signifikan terhadap DPK. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar -6,178 dengan nilai signifikansi < 0,001. Koefisien regresi sebesar -1,469 menunjukkan bahwa setiap kenaikan NPF sebesar 1% akan menurunkan DPK sebesar 1,469 triliun rupiah. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,680 menunjukkan bahwa NPF mampu menjelaskan variasi DPK sebesar 68%, sedangkan sisanya sebesar 32% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pembiayaan bermasalah yang efektif sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan stabilitas penghimpunan dana pada bank syariah. Kata kunci: Dana Pihak Ketiga (DPK); Kepercayaan Masyarakat; Non Performing Financing (NPF); Pembiayaan Bermasalah; Perbankan Syariah.
PERAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DAN NEGOSIASI BISNIS DALAM PENGEMBANGAN UMKM TOKO HERBAL SYARIAH Afni Eka Agustina; Anang Haris Firmansyah; Mayang Nur Aini; Mohammad Ali Zainal Abidin
Jurnal Pijar Vol 4 No 4 (2026): Jurnal Pijar : Studi Manajemen dan Bisnis
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65096/pmb.v4i4.2117

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumen mendorong UMKM, termasuk Toko Herbal Syariah, untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan negosiasi bisnis dalam meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam komunikasi bisnis, proses negosiasi, dan kontribusinya terhadap pengembangan UMKM. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada aktivitas komunikasi bisnis di WhatsApp dan Instagram. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan dalam komunikasi bisnis yang interaktif, cepat, dan fleksibel antara pelaku usaha dan pelanggan. Media sosial juga menjadi ruang negosiasi bisnis yang memungkinkan tawar-menawar harga secara informal namun efektif sehingga meningkatkan loyalitas pelanggan. Selain itu, media sosial berkontribusi pada peningkatan minat beli, jangkauan pasar, dan efektivitas promosi. Dengan demikian, media sosial berperan strategis dalam pengembangan UMKM Toko Herbal Syariah di era digital.