Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sarana prasarana pembelajaran dalam mendukung proses belajar serta membentuk perilaku belajar siswa, khususnya pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti (PABP). Kondisi fasilitas pembelajaran yang kurang memadai dapat memengaruhi motivasi, fokus, keterlibatan, dan kenyamanan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ketersediaan dan pemanfaatan sarana prasarana pembelajaran PABP, mendeskripsikan perilaku belajar siswa Kristiani, serta menganalisis peran sarana prasarana dalam membentuk perilaku belajar siswa di SMKN 2 Surakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas 15 siswa Kristiani dan 1 guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana prasarana pembelajaran PABP di SMKN 2 Surakarta tergolong cukup memadai dengan tersedianya ruang khusus PABP, alat musik, buku paket, Alkitab, serta akses Wi-Fi. Namun, masih terdapat keterbatasan berupa ruang belajar yang sempit dan panas, penggunaan ruang secara bersamaan, serta keterbatasan media pembelajaran seperti proyektor. Perilaku belajar siswa dipengaruhi oleh kondisi lingkungan belajar, kenyamanan fasilitas, relasi sosial, dan strategi pembelajaran guru. Sarana prasarana berperan penting dalam meningkatkan motivasi, fokus, keterlibatan belajar, serta membentuk sikap tanggung jawab siswa terhadap lingkungan belajar. Selain sebagai fasilitas akademik, ruang PABP juga memiliki fungsi sosial dan spiritual bagi siswa Kristiani sebagai kelompok minoritas di sekolah.
Copyrights © 2026