Sabda Wahyudi
Universitas Kristen Teknologi Solo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Unsur-Unsur Pendidikan Kristen dalam Perjamuan Kudus Anak sebagai Upaya Pembentukan Kecerdasan Spiritual Justin Niaga Siman Juntak; Yohanes Ayom Prabawani; Sabda Wahyudi; Eliana Setyanti; Kristriyanto
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 4 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v4i2.739

Abstract

The Holy Communion is a part of faith maintenance. GKJ Jambeyan has implemented Holy Communion for children who have not yet taken the confirmation, or in other words, for teenagers who have not yet professed their faith. There are two teenagers who often cause trouble even after participating in Children's Communion, such as using foul language and harming others. Additionally, parents of two teenagers from GKJ Jambeyan have expressed concerns about their children being difficult to manage and burdensome. Moreover, one of these two teenagers withdrew from fellowship, even though they had attended Children's Communion, during which they received guidance on living as Christians. However, one of the teenagers experienced a positive change in daily behavior, making the spiritual transformation among these teenagers an interesting subject for research. This study uses a quantitative method to examine the existing correlation. The results of this study show that the application of educational elements in Children's Communion has a 93.7% impact on the spiritual intelligence of teenagers at GKJ Jambeyan. Furthermore, if there is an increase in the spiritual intelligence of GKJ Jambeyan teenagers, there is a 90.7% increase in the application of educational elements in Children's Communion.
Formasi Spiritual, Kepemimpinan Kristen, dan Pemuridan Transformatif: Sebuah Kerangka Integratif Sabda Wahyudi; Ayub Sugiharto
Angelion Vol 7 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v7i1.1245

Abstract

This article aims to analyze the conceptual relationship between spiritual formation, character formation, Christian leadership, and transformative discipleship and to formulate an integrative framework for church discipleship praxis. The study employs a qualitative approach through a theological literature review and conceptual analysis of scholarship on spiritual formation, Christian leadership, and discipleship. The findings indicate that spiritual formation is a holistic process of transformation through the work of the Holy Spirit toward Christlikeness, encompassing spiritual, emotional, relational, intellectual, vocational, physical, and stewardship dimensions. Such formation provides the foundation for character development, which is subsequently embodied in Christian leadership through modeling, equipping, mentoring, and empowering others. Leadership rooted in spiritual formation creates a relational context for discipleship oriented toward the transformation and reproduction of disciples. The novelty of this study lies in formulating an integrative framework that understands spiritual formation, character, leadership, and discipleship as interrelated and circular processes. This framework calls the church to develop discipleship as a culture of life formation centered on Christlikeness.   Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan konseptual antara formasi spiritual, pembentukan karakter, kepemimpinan Kristen, dan pemuridan transformatif serta merumuskan kerangka integratif bagi praksis pemuridan gereja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur teologis dan analisis konseptual terhadap literatur mengenai spiritual formation, kepemimpinan Kristen, dan pemuridan. Hasil kajian menunjukkan bahwa formasi spiritual merupakan proses transformasi holistik melalui karya Roh Kudus menuju keserupaan dengan Kristus yang mencakup dimensi spiritual, emosional, relasional, intelektual, vokasional, fisik, dan penatalayanan. Formasi tersebut menjadi fondasi pembentukan karakter yang kemudian diwujudkan dalam kepemimpinan Kristen melalui keteladanan, memperlengkapi, mendampingi, dan memberdayakan. Kepemimpinan yang berakar pada formasi spiritual menciptakan konteks bagi pemuridan relasional yang berorientasi pada transformasi dan reproduksi murid. Kebaruan penelitian terletak pada perumusan kerangka integratif yang memandang formasi spiritual, karakter, kepemimpinan, dan pemuridan sebagai proses yang saling berkaitan dan bersifat sirkular.
Peran Ketersediaan Sarana Prasarana Belajar dalam Pembentukan Perilaku Belajar Siswa Kristen di SMKN 2 Surakarta Ayub Ferdinan Irianto Nari; Sabda Wahyudi
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i2.133

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sarana prasarana pembelajaran dalam mendukung proses belajar serta membentuk perilaku belajar siswa, khususnya pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti (PABP). Kondisi fasilitas pembelajaran yang kurang memadai dapat memengaruhi motivasi, fokus, keterlibatan, dan kenyamanan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ketersediaan dan pemanfaatan sarana prasarana pembelajaran PABP, mendeskripsikan perilaku belajar siswa Kristiani, serta menganalisis peran sarana prasarana dalam membentuk perilaku belajar siswa di SMKN 2 Surakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas 15 siswa Kristiani dan 1 guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana prasarana pembelajaran PABP di SMKN 2 Surakarta tergolong cukup memadai dengan tersedianya ruang khusus PABP, alat musik, buku paket, Alkitab, serta akses Wi-Fi. Namun, masih terdapat keterbatasan berupa ruang belajar yang sempit dan panas, penggunaan ruang secara bersamaan, serta keterbatasan media pembelajaran seperti proyektor. Perilaku belajar siswa dipengaruhi oleh kondisi lingkungan belajar, kenyamanan fasilitas, relasi sosial, dan strategi pembelajaran guru. Sarana prasarana berperan penting dalam meningkatkan motivasi, fokus, keterlibatan belajar, serta membentuk sikap tanggung jawab siswa terhadap lingkungan belajar. Selain sebagai fasilitas akademik, ruang PABP juga memiliki fungsi sosial dan spiritual bagi siswa Kristiani sebagai kelompok minoritas di sekolah.
Efektivitas Metode Pembelajaran Monologis dalam PAK terhadap Perilaku Belajar Siswa Kristen di SMK Ronald Alam Mega; Sabda Wahyudi
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2026): September: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i3.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode pembelajaran monologis terhadap perilaku belajar siswa Kristen di SMK Negeri 1 Kaliwungu. Metode pembelajaran monologis merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru dengan penyampaian materi secara sistematis dan terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitis. Variabel penelitian terdiri atas efektivitas metode pembelajaran monologis sebagai variabel independen dan perilaku belajar siswa sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dengan nilai r hitung lebih besar daripada r tabel (0,497), serta reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,776 untuk variabel metode pembelajaran monologis dan 0,886 untuk variabel perilaku belajar siswa. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 44,436 + 0,662X dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa metode pembelajaran monologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku belajar siswa. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,591 menunjukkan hubungan positif pada kategori sedang, sedangkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,349 menunjukkan kontribusi metode pembelajaran monologis sebesar 34,9% terhadap perilaku belajar siswa. Dengan demikian, metode pembelajaran monologis terbukti efektif dalam mendukung perilaku belajar siswa, meskipun perlu dipadukan dengan strategi pembelajaran yang lebih interaktif untuk mengoptimalkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan partisipasi siswa.