Sikap individualis serta kesibukan kerja pemuda di Dusun I Kamboja, Desa Laud Dendang, men’ebabkan degradasi literasi budaya lokal. Penelitian Ini bertujuan menguji efektivitas video edukasi sebagai media alternatif untuk meningkatkan pemahaman budaya di tengah keterbatasan Interaksi sosial dan waktu luang pemuda. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus diterapkan. Subjek adalah pemuda Dusun I Kamboja yang beraktivitas kerja tinggi, sehingga kurang aktif dalam kegiatan sosial- budaya masyarakat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan) dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video edukasi dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif dalam meningkatkan pemahaman budaya pemuda Desa Laud Dendang yang memiliki keterbatasan waktu akibat kesibukan kerja. Video yang singkat, menarik, dan mudah diakses membantu pemuda memahami kembali nilai-nilai budaya lokal secara lebih fleksibel melalui media digital. Selain itu, penggunaan video edukasi turut mendorong munculnya komunikasi dan diskusi sederhana mengenai budaya lokal di kalangan pemuda meskipun interaksi sosial secara langsung masih terbatas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media digital, khususnya video edukasi, memiliki potensi dalam mendukung pelestarian budaya dan meningkatkan keterlibatan sosial pemuda desa. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu alternatif yang relevan untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda di tengah pola kehidupan yang cenderung sibuk dan individualis.
Copyrights © 2026