Anifah
Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PROGRAM OMASUKA TENTANG PENANGANAN STUNTING TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI KELURAHAN DURI BARAT KECAMATAN MANDAU KABUPATEN BENGKALIS Naomi Natalia Gultom; Anifah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025 In Proccess
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i01.5646

Abstract

This study aims to determine how much influence the Omasuka program on handling stunting has on maternal knowledge in Duri Barat Village, Mandau District, Bengkalis Regency. This study uses an ex post facto research type, namely research that does not provide treatment or manipulation of research variables, but rather focuses on the analysis of data and information that has occurred naturally. The sample of this study was 50 mothers who live in Duri Barat Village. Data collection was carried out by providing questionnaires related to the research problem. Data analysis techniques were carried out by instrument trials (validity tests and reliability tests), classical assumption tests (normality tests), linearity tests and simple regression analysis. In this study, hypothesis testing was carried out partially (t-test) to test how much influence each independent variable (free variable) has on the dependent variable (bound variable) separately or partially. The results showed that there was a positive and significant influence of the Omasuka Program on Maternal Knowledge in Duri Barat Village, Mandau District, Bengkalis Regency. This is proven by the results of t count > t table (12.474 > 2.010), with a significance level value (0.000 < 0.05), which means that the Omasuka program on handling stunting has a positive and significant effect on maternal knowledge in Duri Barat Village, Mandau District, Bengkalis Regency.
Pemanfaatan Video Edukasi Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Budaya Pemuda di Tengah Sikap Individualis dan Kesibukan Kerja: Studi Kasus: Desa Laut Dendang, Dusun I Kamboja, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Ibnu Hajar; Anifah; Chintya Aprella Nainggolan; Hegel Aganta Barus; Joyce Inori Siregar; Mario Timothy Napitupulu; Nurul Afifah
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i2.134

Abstract

Sikap individualis serta kesibukan kerja pemuda di Dusun I Kamboja, Desa Laud Dendang, men’ebabkan degradasi literasi budaya lokal. Penelitian Ini bertujuan menguji efektivitas video edukasi sebagai media alternatif untuk meningkatkan pemahaman budaya di tengah keterbatasan Interaksi sosial dan waktu luang pemuda. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus diterapkan. Subjek adalah pemuda Dusun I Kamboja yang beraktivitas kerja tinggi, sehingga kurang aktif dalam kegiatan sosial- budaya masyarakat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan) dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video edukasi dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif dalam meningkatkan pemahaman budaya pemuda Desa Laud Dendang yang memiliki keterbatasan waktu akibat kesibukan kerja. Video yang singkat, menarik, dan mudah diakses membantu pemuda memahami kembali nilai-nilai budaya lokal secara lebih fleksibel melalui media digital. Selain itu, penggunaan video edukasi turut mendorong munculnya komunikasi dan diskusi sederhana mengenai budaya lokal di kalangan pemuda meskipun interaksi sosial secara langsung masih terbatas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media digital, khususnya video edukasi, memiliki potensi dalam mendukung pelestarian budaya dan meningkatkan keterlibatan sosial pemuda desa. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu alternatif yang relevan untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda di tengah pola kehidupan yang cenderung sibuk dan individualis.