Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan emoji dan stiker WhatsApp sebagai simbol komunikasi digital pada Generasi Z, khususnya mahasiswa KPI IAIN Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta teori semiotika Ferdinand de Saussure sebagai landasan analisis. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan mahasiswa KPI IAIN Bone yang aktif menggunakan WhatsApp dalam komunikasi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emoji dan stiker WhatsApp digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan perasaan, memperjelas maksud pesan, serta membuat percakapan menjadi lebih hidup dan tidak kaku. Namun, penggunaan simbol digital tersebut juga berpotensi menimbulkan salah paham apabila makna yang dipahami oleh pengirim dan penerima pesan tidak sama. Penelitian ini menegaskan bahwa emoji dan stiker bukan hanya elemen pelengkap dalam percakapan digital, tetapi merupakan tanda yang memiliki makna sosial dan komunikatif dalam interaksi Generasi Z.
Copyrights © 2026