Kurniati Abidin
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Negeri Bone

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penggunaan Emoji dan Stiker WhatsApp sebagai Simbol Komunikasi Digital Generasi Z: Studi Kasus: Mahasiswa KPI IAIN Bone Dahniar; Mauliana Nabila; A. Muh. Rufly; Kurniati Abidin
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i2.219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan emoji dan stiker WhatsApp sebagai simbol komunikasi digital pada Generasi Z, khususnya mahasiswa KPI IAIN Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta teori semiotika Ferdinand de Saussure sebagai landasan analisis. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan mahasiswa KPI IAIN Bone yang aktif menggunakan WhatsApp dalam komunikasi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emoji dan stiker WhatsApp digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan perasaan, memperjelas maksud pesan, serta membuat percakapan menjadi lebih hidup dan tidak kaku. Namun, penggunaan simbol digital tersebut juga berpotensi menimbulkan salah paham apabila makna yang dipahami oleh pengirim dan penerima pesan tidak sama. Penelitian ini menegaskan bahwa emoji dan stiker bukan hanya elemen pelengkap dalam percakapan digital, tetapi merupakan tanda yang memiliki makna sosial dan komunikatif dalam interaksi Generasi Z.
Konstruksi Makna Pamali: Analisis Sosiologi Komunikasi Auguste Comte terhadap Kepercayaan Magis Mahasiswa FUD IAIN Bone Hartati; Ade Amelia; Muhammad Aidil; Muhammad Ishak; Kurniati Abidin
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i2.220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk konstruksi makna pamali dalam perspektif sosiologi komunikasi Auguste Comte terhadap kepercayaan magis mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN Bone. Pamali sebagai larangan tradisional dalam budaya Bugis tidak hanya dipahami sebagai pantangan magis, tetapi juga sebagai sarana pendidikan moral, etika, dan sopan santun. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali bagaimana mahasiswa menafsirkan pamali dalam kehidupan akademik mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran makna pamali dari tahap teologis, di mana larangan dikaitkan dengan kekuatan gaib, menuju tahap metafisis yang menekankan nilai abstrak seperti sopan santun dan kedisiplinan, hingga tahap positivistik yang menjelaskan pamali secara rasional dan ilmiah. Mayoritas mahasiswa mengenal pamali sejak kecil melalui orang tua atau nenek, dan meskipun sebagian masih memercayainya sebagai pantangan gaib, banyak yang menafsirkannya sebagai nasihat moral atau aturan praktis yang logis. Temuan ini menegaskan bahwa pamali tetap memiliki posisi penting sebagai identitas budaya yang relevan, sekaligus menjadi jembatan antara tradisi lokal dan rasionalitas akademik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian sosiologi komunikasi serta menjadi referensi bagi generasi muda dalam melestarikan nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam tradisi pamali.