Studi ini membahas metodologi penafsiran Al-Qur'an dari mazhab Mu'tazilah dan Khawarij dari perspektif epistemologi hermeneutika Al-Qur'an kontemporer. Studi ini dimotivasi oleh perbedaan mendasar dalam memahami teks Al-Qur'an antara pendekatan rasional dan tekstual yang memengaruhi gaya penafsiran Islam klasik hingga kontemporer. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik metodologi penafsiran Mu'tazilah dan Khawarij serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan dan analisis deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mu'tazilah menggunakan pendekatan rasional dengan menempatkan akal dan metode ta'wil sebagai instrumen utama dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an, sedangkan Khawarij cenderung menggunakan pendekatan literal dan tekstual tanpa memberikan banyak ruang untuk penafsiran kontekstual. Persamaan antara kedua mazhab tersebut terletak pada penggunaan Al-Qur'an sebagai legitimasi bagi ideologi teologis masing-masing. Studi ini menyimpulkan bahwa perbedaan dalam metodologi penafsiran kedua aliran pemikiran tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor teologis, politis, dan epistemologis, dan telah memberikan dampak besar pada perkembangan tradisi penafsiran dan hermeneutika Islam.
Copyrights © 2026