Permasalahan ketergantungan gadget pada anak usia sekolah di Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas menjadi latar belakang kegiatan pengabdian ini. Ketersediaan wifi gratis di pos-pos kamling justru menjadi tempat anak-anak berkumpul bermain game online, sementara belum tersedia wadah olahraga yang memadai. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dasar sepakbola anak U-15 sekaligus mengalihkan ketergantungan gadget melalui program pembinaan prestasi sepakbola. Metode pelaksanaan meliputi observasi, sosialisasi, pengadaan sarana prasarana, dan pelatihan terstruktur selama tiga bulan (November 2025 – Januari 2026) dengan frekuensi 2 kali per minggu. Pengukuran dilakukan menggunakan desain one group pretest-posttest pada 30 peserta dengan instrumen tes passing, dribbling, dan shooting. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga aspek kemampuan dasar sepakbola: passing meningkat 88,3% (mean pretest 3,93 menjadi posttest 7,40; p = 0,000), dribbling meningkat 17,6% lebih cepat (mean pretest 10,63 detik menjadi posttest 8,77 detik; p = 0,000), dan shooting meningkat 18,4% (mean pretest 9,97 menjadi posttest 11,80; p = 0,000). Effect size menunjukkan dampak sangat besar pada passing (d = 2,14) dan dribbling (d = 1,19), serta dampak besar pada shooting (d = 0,76). Selain peningkatan keterampilan, program ini berhasil menurunkan intensitas penggunaan gadget dan meningkatkan partisipasi aktivitas fisik anak-anak di Desa Lemberang.
Copyrights © 2026