Keterbatasan ruang latihan dan minimnya ketersediaan alat senam standar menjadi kendala dalam pembinaan senam artistik di Kabupaten Grobogan. Selain itu, pelatih dan atlet belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan alat senam inovatif sehingga pemanfaatan alat alternatif belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pelatih dan atlet mengenai penggunaan alat senam inovatif yang aman dan efektif pada ruang latihan terbatas. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan pelatihan berbasis praktik melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pengembangan alat, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang yang terdiri atas 3 pelatih dan 17 atlet. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest yang terdiri atas 20 soal pilihan ganda serta observasi keterampilan penggunaan alat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan pelatih meningkat dari 73,33 menjadi 95,00, sedangkan atlet meningkat dari 59,12 menjadi 86,47. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan yang signifikan (p<0,05). Selain itu, sebagian besar peserta mampu menggunakan alat sesuai prosedur dan menerapkan prinsip keselamatan selama praktik. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan pelatih dan atlet serta mendukung pemanfaatan alat senam inovatif dalam pembinaan senam artistik pada ruang latihan terbatas
Copyrights © 2026