Air gambut merupakan salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat di wilayah Kalimantan Barat, namun memiliki kualitas yang rendah akibat tingginya kandungan warna dan tingkat keasaman (pH rendah). penelitian ini mengembangkan floating fotokatalis TiO₂-serat sabut kelapa (TiO2-SSK) untuk pengolahan air gambut. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu preparasi dan aktivasi serat sabut kelapa menggunakan larutan NaOH, sintesis komposit TiO₂-SSK, serta karakterisasi menggunakan FT-IR dan XRD untuk mengidentifikasi perubahan struktur dan ikatan kimia. Uji fotokatalisis dilakukan terhadap 500 mL liter sampel air gambut dari Sungai Mintan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit TiO₂-SSK memiliki densitas rendah (0,854 g/cm³), sehingga mampu mengapung dan menerima penyinaran secara langsung. Karakterisasi FTIR memperlihatkan terbentuknya ikatan antara TiO₂, serat sabut kelapa. sedangkan XRD menunjukkan pergeseran puncak 2θ yang mengonfirmasi interaksi TiO₂ dengan matriks serat. Uji fotodegradasi memperlihatkan peningkatan efektivitas yang signifikan. fotolisis hanya menurunkan warna sebesar 5,01%, TiO₂ murni sebesar 23,14%, sedangkan komposit TiO₂-SSK mampu menurunkan warna hingga 70,50% dalam waktu 5 jam. Selain itu, pH air gambut meningkat dari 3,94 menjadi 5,42, menunjukkan berkurangnya kandungan asam humat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan air gambut yang sederhana dan dapat diaplikasikan pada skala rumah tangga.
Copyrights © 2026