Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

SINTESIS GARAM TIMAH KLORIDA (SnCl2) BERBAHAN DASAR LIMBAH ELEKTRONIK Adhitiyawarman, Nelly Wahyuni, Annisa Rizky Brilliantari,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.1 KB)

Abstract

Timah (Sn) merupakan mineral logam yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses kimia. Limbah elektronik Cathode Ray Tubes (CRTs) tabung TV berwarna mempunyai kandungan timah (Sn). Timah (Sn) dari limbah elektronik Cathode Ray Tubes (CRTs) tabung TV berwarna dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses sintesis garam SnCl2. Cathode Ray Tubes  yang telah dipreparasi selanjutnya didestruksi menggunakan asam nitrat (HNO3) dan dikarakterisasi dengan X-Ray Fluoresence (XRF). Sintesis SnCl2 dilakukan dengan reaksi redoks dan dilanjutkan dengan tahap kristalisasi. Garam SnCl2 yang dihasilkan berwarna putih keabu-abuan. Randemen yang diperoleh 62,89 %. Karakterisasi produk dilakukan dengan menentukan titik leleh produk dan uji daya reduksi Sn2+. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemurnian garam SnCl2 dari limbah elektronik tabung TV berwarna masih belum murni berdasarkan dari uji titik lelehnya 227-232o C sedangkan daerah titik leleh standar SnCl2 231,8o C. Dilihat dari uji daya reduksi Sn2+ yang dilakukan dengan cara titrasi potensiometri, nilai potensial yang diperoleh yaitu 0,13002, nilai ini tidak jauh berbeda dengan nilai standar potensial sel Sn2+ yaitu 0,13. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai potensial untuk reduksi Sn2+ yang dihasilkan baik. Kata kunci: SnCl2, Cathode Ray Tubes (CRTs), timah, potensiometri
FOTOSTABILITAS DAN TERMOSTABILITAS PIGMEN BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) HASIL ENKAPSULASI MENGGUNAKAN MALTODEKSTRIN Adhitiyawarman, Lia Destiarti, Sirojuddin
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.191 KB)

Abstract

Pigmen buah tomat mudah mengalami oksidasi karena udara bebas dan dipercepat oleh paparan cahaya dan suhu tinggi, baik selama proses pengolahan maupun penyimpanan. Enkapsulasi dengan penyalut maltodekstrin dilakukan untuk meningkatkan stabilitas pigmen yang diketahui dari parameter nilai waktu paruh (t1/2). Pada proses enkapsulasi kecepatan pengadukan optimum ditentukan melalui parameter nilai efisiensi. Pigmen diperoleh melalui ekstraksi buah tomat menggunakan pelarut n-heksana:aseton:etanol = 2:1:1 (v/v). Enkapsulasi pigmen dilakukan dengan konsentrasi maltodekstrin 45% b/v dan variasi kecepatan pengadukan 600, 700, dan 800 rpm. Penentuan kadar pigmen dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visibel pada panjang gelombang 457 nm. Efisiensi optimum enkapsulasi diperoleh dengan menggunakan kecepatan pengadukan 700 rpm yaitu 89,64%. Enkapsulat yang diperoleh diuji fotostabilitasnya terhadap cahaya polikromatis (236-355 lux) dan UV-C (87-111 lux) serta termostabilitasnya pada suhu 50o, 60o, dan 70oC selama 4 hari. Berdasarkan data penurunan absorbansi pigmen diperoleh nilai t1/2 oleh penyinaran cahaya polikromatis yaitu 138,6 jam dan UV-C yaitu 115,5 jam. Nilai t1/2 untuk suhu 50o, 60o, dan 70oC secara berturut-turut adalah 138,6; 60,0, dan 30,1 jam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa enkapsulasi pigmen buah tomat dengan penyalut maltodekstrin melalui metode koaservasi mencapai optimum diperoleh pada kecepatan pengadukan 700 rpm. Kestabilan pigmen selama proses pengolahan dan penyimpanan dihasilkan pada paparan cahaya polikromatis dan suhu 50oC.   Kata Kunci : Pigmen Buah Tomat, Enkapsulasi, Maltodekstrin, Stabilitas, Koaservasi.
KAPASITAS ADSORPSI MAKSIMUM ION Pb(II) OLEH ARANG AKTIF AMPAS KOPI TERAKTIVASI HCl DAN H3PO4 Adhitiyawarman, Anita Imawati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.256 KB)

Abstract

Timbal merupakan salah satu logam berat penyebab pencemaran perairan yang beracun dan membahayakan kesehatan. Pada penelitian ini dilakukan adsorpsi timbal menggunakan arang aktif dari ampas kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kondisi optimum dan kapasitas adsorpsi arang aktif ampas kopi teraktivasi HCl dan H3PO4 terhadap Pb(II). Ampas kopi dikeringkan selama 5 jam pada temperatur 1050 selanjutnya dikarbonisasi pada suhu 6000C selama 4 jam. Arang ampas kopi diaktivasi menggunakan HCl dan H3PO4 0,1 M selama 48 jam dan dilanjutkan dengan pemanasan pada temperatur 1100C selama 3 jam. Kondisi optimum adsorpsi ditentukan berdasarkan pH larutan, waktu kontak dan kecepatan pengadukan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik arang ampas kopi teraktivasi HCl adalah 4,2023% (kadar air), 3,4803% (kadar abu), 302,1308 mg/g (daya serap iodium), 18,3641 mg/g (daya serap metilen biru), 68,0884 m2/g (luas permukaan metilen biru), 573,2924 m2/g (luas permukaan iodin) sedangkan arang aktif teraktivasi H3PO4 sebesar 2,8058% (kadar air), 3,6848% (kadar abu),344,2158 mg/g (daya serap iodium), 18,3195 mg/g (daya serap metilen biru), 67,9228 m2/g (luas permukaan metilen biru),653,1485 m2/g (luas permukaan iodin). Adsorpsi optimum penelitian ini terjadi pada pH 4, waktu kontak 30 menit dan kecepatan pengadukan 60 rpm. Kapasitas adsorpsi maksimum arang aktif ampas kopi teraktivasi HCl dan H3PO4 berturut-turut sebesar 3,3255 mg/g dan 2,609 mg/g. Kata kunci: adsorpsi, aktivasi, ampas kopi, arang aktif,timbal
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KULIT BATANG CERIA (Baccaurea hookeri) Adhitiyawarman, Mangasih Pandapotan Panjaitan, Andi Hairil Alimuddin,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit batang Ceria (Baccaurea hookeri) merupakan salah satu bagian tanaman yang berpotensi sebagai sumber senyawa antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antioksidan dari kulit batang Ceria. Sampel kulit batang Ceria diekstraksi dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator, kemudian dilakukan uji skrining fitokimia untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak kulit batang Ceria. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung golongan senyawa flavonoid, alkaloid, polifenol dan steroid. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkapan radikal 1,1-difenil-2-pikrilhidrazin (DPPH). Hasil pengujian dengan metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 56,47g/mL. Nilai IC50 pada ekstrak metanol tersebut berpotensi kuat untuk antioksidan namun, masih lebih rendah dibanding asam askorbat yang memiliki nilai IC50 sebesar 18,72g/mL. Kata kunci: kulit batang Ceria, DPPH, antioksidan
PENENTUAN KINETIKA HIDROLISIS ENZIMATIS DALAM PEMBUATAN BIOETANOL DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Nora Idiawati, Adhitiyawarman, Lucy Arianie, Siti Fathimah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan menjadi bioetanol adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). TKKS dihidrolisis secara enzimatis menggunakan ekstrak kasar enzim selulase dari Trichoderma reesei, kemudian hidrolisat difermentasi menggunakan Sacharomyces cerevisiae sehingga diperoleh bioetanol. Tahap praperlakuan sampel dengan perendaman menggunakan air dan delignifikasi organosolv juga dilakukan untuk mengoptimalkan proses hidrolisis enzimatis. Kinetika hidrolisis ditentukan berdasarkan persamaan Michaelis-menten dengan parameter Vmaks dan Km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses praperlakuan sampel dapat mengoptimalkan proses hidrolisis yang dapat dilihat berdasarkan konsentrasi glukosa yang dihasilkan. Sampel dengan perendaman memiliki konsentrasi glukosa yaitu 445,80 ppm sedangkan kontrol (tanpa perendaman) memiliki konsentrasi glukosa 438,58 ppm. Berdasarkan penelitian, enzim selulase dari Trichoderma reesei memiliki kondisi optimum pH 4,5 ; waktu inkubasi 60 menit ; suhu 600C dengan menghasilkan Vmaks yaitu 0,25 (mg/ml)/menit dan nilai Km yaitu 123,9 mg/ml. Nilai Rt sampel hasil fermentasi pada kondisi optimum adalah 16,03 dan menunjukkan bahwa sampel tersebut merupakan etanol. Nilai rendemen etanol yang dihasilkan sebesar 40,3 % (w/w). Kata kunci : Etanol, Trichoderma reesei, Kinetika Michaelis-Menten, TKKS
Karakterisasi Pori Adsorben Berbahan Baku Kaolin Capkala dan Zeolit Dealuminasi Adhitiyawarman, Ruth Febriana Kesuma Berlian Sitorus
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakterisasi pori adsorben hasil kombinasi antara kaolin capkala dan zeolit dealuminasi telah dilakukan. Adsorben dibuat dengan mencampurkan kaolin dan zeolit dealuminasi dengan perbandingan komposisi kaolin dan zeolit 3:1, 1:1, dan 1:3. Variasi komposisi dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi kaolin dan zeolit dealuminasi terhadap karakteristik pori adsorben yang meliputi luas permukaan, rerata jejari pori dan volume total pori. Tahapan pembuatan adsorben meliputi preparasi kaolin dan zeolit serta dealuminasi zeolit. Karakterisasi material menggunakan Gas Sorption Analyzer untuk mengetahui karakter pori kaolin, zeolit dan adsorben hasil kombinasi dan X-Ray Diffraction untuk mengetahui tingkat kristalinitas zeolit. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa adsorben dengan perbandingan komposisi kaolin dan zeolit dealuminasi 1:3 memiliki luas permukaan dan volume total pori terbesar yaitu 120,57 m2/g dan 0,1369 cc/g serta rerata jejari pori terkecil yaitu 22,7 . Jika dibandingkan dengan material awalnya, luas permukaan adsorben 1:3 meningkat 149% dan volume total pori 59% dan diikuti penurunan rerata jejari pori sekitar 36%.
PEMANFAATAN ENZIM PAPAIN DARI GETAH BUAH PEPAYA (Carica papaya L) DALAM PEMBUATAN KEJU COTTAGE MENGGUNAKAN BAKTERI Lactobacillus bulgaricus Savante Arreneuz, Betti Ernawati Pardede, Adhitiyawarman,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keju cottage merupakan jenis keju lunak tanpa pematangan yang dibuat dari susu dengan penambahan bakteri asam laktat dan enzim rennet. Enzim rennet yang digunakan dalam proses pembuatan keju sangat mahal dan tersedia dalam jumlah terbatas, sehingga perlu adanya alternatif enzim. Salah satu enzim yang dapat digunakan adalah enzim papain. Telah dilakukan penelitian dalam pembuatan keju cottage dengan konsentrasi enzim papain (300 ppm, 500 ppm, 700 ppm dan 1000 ppm). Dari hasil penelitian didapat keju cottage dengan kualitas terbaik yaitu pada konsentrasi 500 ppm (K5) dengan waktu mengkoagulasi selama 17 jam dan rendemen 9,05%. Hasil analisis kualitas keju cottage K5 yaitu : air 51,28%; abu 6,09%; lemak 2,58%; protein 15,47%; karbohidrat 24,58%; asam laktat 1,03%; kalsium 7,32% dan uji statistik ANOVA terhadap uji organoleptik adalah 3,20. Kata kunci: enzim papain, Lactobacillus bulgaricus, keju cottage
ENKAPSULASI DAN UJI STABILITAS PIGMEN KAROTENOID DARI BUAH TOMAT YANG TERSALUT CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC) Adhitiyawarman, Lia Destiarti, Chu Juniana Aschida,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang enkapsulasi dan uji stabilitas pigmen karotenoid dari buah tomat. Pigmen diperoleh dari hasil ekstraksi tomat menggunakan pelarut n-heksana:aseton:etanol =2:1:1(v/v). Ekstrak kentalpigmen kemudian dienkapsulasi menggunakan CarboxyMethyl Cellulose (CMC) sebagai penyalut dengan metode koaservasi. Enkapsulasi bertujuan untuk melindungi pigmen dari kondisi lingkungan yang dapat merusaknya. Enkapsulasi pigmen dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi penyalut CMC (10, 20 dan 30%) dan kecepatan pengadukan (500, 600, 700, dan 800 rpm). Analisis dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visibelpada panjang gelombang 469 nm. Efisiensi optimumenkapsulasi diperoleh dengan menggunakan 20% CMC yaitu sebesar 94,2%. Adapun kecepatan pengadukan yang menghasilkan efisiensi enkapsulasi tertinggi adalah 500 rpm dengan efisiensi 82,7%.Enkapsulatdiuji fotostabilitasnya terhadap cahaya (cahaya polikromatis 73 lux dan UV-C 47 lux) dan termostabilitasnya pada suhu (30, 40, dan 50oC) selama 5 hari. Uji ini dilakukan untuk menentukankonstanta degradasi (k) dan waktu paruh (t1/2) pigmen dalam enkapsulat. Berdasarkan penurunan absorbansi pigmen selama iradiasi dan suhu penyimpanan, nilai k pigmen oleh penyinaran cahaya polikromatis dan UV-C berturut-turut yaitu 0,0028 dan 0,0025dengan t1/2 sebesar247,5 dan 277,2 jam. Adapun nilai k pigmen pada suhu 30, 40 dan 50oC berturut-turut adalah 0,0035, 0,0040, dan 0,0048 dengan t1/2 sebesar198 jam, 173,25 jam, dan 144,37 jam. Kata kunci: Karotenoid tomat, enkapsulasi, CMC, fotostabilitas/termostabilitas, koaservasi.
UJI BIOAKTIVITAS EKSTRAK DAUN MAJA (Crescentia cujete Linn) SEBAGAI ANTI RAYAP Adhitiyawarman, Nurhasanah, Harlia,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maja (Crescentia cujeta Linn) / Bignoniaceae merupakan tanaman obat yang berpotensi sebagai anti rayap. Penelitian ini bertujuan menentukan golongan senyawa metabolit sekunder yang bersifat anti rayap. Penelitian dibagi atas beberapa tahapan, yakni skrining senyawa fitokimia dan uji anti rayap Coptotermes sp yang dilakukan dengan bioasay test. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa semua ekstrak dan fraksi daun Maja terdeteksi mengandung senyawa aktif Flavanoid, Steroid, Polifenol, Saponin dan Alkaloid; kecuali pada fraksi n-heksana tidak mengandung Flavanoid, dan pada fraksi etanol tidak mengandung Flavanoid, Steroid, Polifenol; Hasil analisis bioasay test (LC50) fraksi kloroform 0,982 %, fraksi n-heksan 1,323 %, ekstrak kasar etanol 1,548%, fraksi etanol 8,296%. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun Maja berpotensi sebagai anti rayap. Kata kunci: Anti rayap, Coptotermes sp, Crescentia cujeta Linn, Maja,  skrining fitokimia,
PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG SEBAGAI ADSORBEN BESI PADA AIR TANAH Adhitiyawarman., Antonia Nunung Rahayu,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi (Fe) merupakan salah satu jenis logam berat yang memiliki toksisitas tinggi dan konsentrasi besi yang melebihi ambang batas dapat menurunkan kualitas lingkungan perairan. Salah satu cara untuk mengurangi kadar besi (Fe) dalam air tanah ialah dengan cara adsorpsi menggunakan adsorben. Dalam penelitian ini telah dibuat adsorben dari limbah tongkol jagung dengan tongkol jagung tanpa pengarangan teraktivasi (selulosa) dan karbon aktif tongkol jagung teraktivasi. Adsorben karbon aktif tongkol jagung dan tongkol jagung tanpa pengarangan diaktivasi dengan asam klorida dengan konsentrasi berbeda yaitu dengan konsentrasi 4M dan 0,1M. Parameter yang diujikan pada penelitian ini ialah variasi massa adsorben, pH larutan dan waktu kontak. Kondisi optimum yang diperoleh untuk adsorben karbon aktif tongkol jagung ialah pada massa 1,75 gram, pH 6,5 dan waktu 30 menit, sedangkan untuk adsorben tongkol jagung tanpa pengarangan teraktivasi ialah pada massa adsorben 0,50 gram, pH larutan 6,5 dan waktu 30 menit. Kapasitas adsorpsi besi dalam air tanah dengan menggunakan adsorben tongkol jagung tanpa pengarangan teraktivasi dan adsorben karbon aktif tongkol jagung pada kondisi optimumnya masing-masing sebesar 192,2 mg/g dan 87,2 mg/g. Kata kunci: tongkol jagung, adsorben, air tanah, karbon aktif.