Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Pembatik Difabel Blora Mustika (DBM) melalui capacity building berbasis ecopreneurship guna meningkatkan kemandirian usaha batik ramah lingkungan. Permasalahan utama mitra mencakup keterbatasan keterampilan produksi, minimnya inovasi desain, dan rendahnya akses pemasaran digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan membatik ergonomis, workshop inovasi desain dan pewarnaan alami, pelatihan digital marketing dan branding, serta pendampingan pemasaran secara online dan offline. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis, efisiensi waktu produksi, serta inovasi produk berupa motif baru dengan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan. Transformasi pemasaran digital melalui pemanfaatan marketplace, media sosial, dan katalog digital berhasil memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan volume penjualan. Indikator capaian yang diperoleh antara lain 80% anggota menguasai teknik membatik ergonomis, produktivitas meningkat hingga 40%, serta penjualan digital naik 40% dibandingkan periode sebelum kegiatan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi capacity building berbasis ecopreneurship efektif dalam memperkuat kapasitas individu dan kelembagaan kelompok difabel, sekaligus mendorong terciptanya usaha kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.
Copyrights © 2025