Mahasiswa yang bekerja di Universitas Mercu Buana menjadi subjek penelitian ini, yang bertujuan untuk memahami bagaimana faktor-faktor termasuk dukungan organisasi, resiliensi, dan strategi koping memengaruhi konflik kerja-studi. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif berdasarkan strategi pengambilan sampel bertujuan. 150 mahasiswa usia kerja menjadi sampel. Pemodelan SEM-PLS menggunakan perangkat lunak SmartPLS digunakan untuk mengevaluasi data yang diperoleh dari kuesioner skala Likert lima poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dukungan organisasi berpengaruh negatif signifikan terhadap konflik kerja-studi; (2) Resiliensi berpengaruh negatif signifikan terhadap konflik kerja-studi; dan (3) Strategi koping berpengaruh negatif signifikan terhadap konflik kerja-studi.
Copyrights © 2026