Pengelolaan residu sekam padi dan sampah organik rumah tangga memerlukan jalur pengolahan yang berbeda, sederhana, dan dapat diterapkan pada tingkat desa. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan model pelatihan terpadu dengan sumber daya sederhana bagi ibu-ibu PKK di Desa Tegallega, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 melalui edukasi lingkungan singkat, demonstrasi oleh fasilitator, praktik kelompok secara langsung, refleksi, dan perencanaan tindak lanjut. Tiga jalur teknologi tepat guna diperkenalkan, yaitu karbonisasi dan pencetakan briket sekam padi, fermentasi sisa buah dan sayuran menjadi eco-enzyme, serta pengomposan aerob sisa dapur dan bahan pekarangan. Evaluasi proses secara deskriptif digunakan karena tidak dilakukan pre-test dan post-test terstandar. Bukti pelaksanaan diperoleh dari ketercapaian tahap pembelajaran, observasi fasilitator, dokumentasi tahapan produk, dan foto kegiatan. Program menghasilkan prototipe briket sekam padi, beberapa wadah fermentasi eco-enzyme berlabel, serta unit awal pengomposan. Peserta mempraktikkan pemilahan di sumber dan memahami bahwa setiap jenis residu organik membutuhkan jalur pengolahan yang berbeda. Kegiatan dapat dilaksanakan menggunakan bahan lokal, peralatan manual sederhana, dan wadah bekas pangan yang masih layak, tetapi mutu produk belum diuji di laboratorium. Eco-enzyme dan kompos juga masih berada pada tahap awal proses pada akhir kegiatan. Model terpadu ini sesuai sebagai titik masuk edukasi lingkungan berbasis desa, dengan syarat kelompok PKK dan pemerintah desa melanjutkan pemantauan pematangan produk, replikasi di rumah tangga, aspek keselamatan, dan jumlah sampah yang benar-benar dapat dialihkan dari pembuangan.
Copyrights © 2026