Mutu pendidikan pesantren modern menghadapi tantangan kompleks dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan sistem pendidikan formal sekaligus menjaga kualitas tata kelola organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi manajerial pimpinan dan iklim organisasi terhadap mutu pendidikan pesantren modern dengan kinerja tenaga pendidik sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori pada empat pondok pesantren modern di Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian berjumlah 100 tenaga pendidik yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial pimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga pendidik (β = 0,017; p = 0,894), sedangkan iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga pendidik (β = 0,719; p = 0,000). Kompetensi manajerial pimpinan, iklim organisasi, dan kinerja tenaga pendidik masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pendidikan pesantren modern. Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 53,4% variasi kinerja tenaga pendidik dan 62,4% variasi mutu pendidikan. Selain itu, kinerja tenaga pendidik terbukti memediasi pengaruh iklim organisasi terhadap mutu pendidikan (β = 0,242; p = 0,004), namun tidak memediasi pengaruh kompetensi manajerial pimpinan terhadap mutu pendidikan (β = 0,006; p = 0,902). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan pesantren modern memerlukan penguatan kompetensi manajerial pimpinan, penciptaan iklim organisasi yang kondusif, serta peningkatan kinerja tenaga pendidik sebagai faktor strategis dalam penyelenggaraan pendidikan.
Copyrights © 2026