Introduction: The goal of endodontic treatment is to obtain a three-dimensional seal, which relies on the proper preparation and obturation of the root canal system. One of the most common complications that occur during instrumentation is the formation of endodontic ledges, which can potentially lead to poor treatment outcomes. The procedure of bypassing a ledge in endodontic treatment, followed by intracoronal bleaching, is an option for improving the aesthetics of a discolored tooth. This case report aimed to present management of previously treated trauma induced discolored tooth with inadequate root canal obturation. Case report: A 24-year-old male presented with discoloration of the maxillary right central incisor. Radiographic examination revealed improper obturation, and the presence of a ledge was suspected. After complete removal of the previous root filling material, a pre-curved K-file #8 was used to negotiate the physiologic terminus until the tip of the file reached the original canal. Glide path preparation was then performed. A new working length was measured, followed by biomechanical preparation and obturation. After a three-dimensional seal was successfully obtained, intracoronal bleaching was performed. After satisfactory shade matching was achieved, both maxillary central incisors were restored. Conclusion: Initial canal negotiation with hand files is recommended and essential to avoid further procedural errors during root canal preparation, thereby facilitating disinfection to the apical terminus and contributing to improved endodontic treatment outcomes.Manajemen perawatan ulang saluran akar pada gigi diskolorasi karena trauma dengan obturasi inadekuat: laporan kasusPendahuluan: Perawatan endodontik bertujuan untuk mendapatkan kekedapan secara tiga dimensi yang bergantung pada preparasi dan obturasi saluran akar yang tepat. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi selama instrumentasi adalah terbentuknya ledge yang dapat menyebabkan hasil perawatan yang buruk. Prosedur melakukan bypass ledge pada saluran akar diikuti dengan bleaching intrakoronal adalah pilihan perawatan untuk meningkatkan estetika pada gigi diskolorasi. Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan manajemen perawatan ulang saluran akar pada gigi yang mengalami diskolorasi akibat trauma dengan obturasi saluran akar yang inadekuat. Laporan Kasus: Seorang pasien pria berusia 24 tahun dengan keluhan perubahan warna pada gigi depan kanan rahang atas. Pada pemeriksaan radiografi, ditemukan obturasi inadekuat dan diasumsikan adanya ledge. Setelah semua bahan obturasi dibersihkan, pre-curved K-file #8 digunakan untuk menegosiasikan ujung fisiologis sampai ujung file masuk ke apical terminus, kemudian glide path dapat dilanjutkan. Diikuti oleh pengukuran panjang kerja, preparasi biomekanik, dan obturasi. Ketika kekedapan tiga dimensi telah diperoleh, bleaching intrakoronal dilakukan. Setelah warna telah sesuai, dua gigi insisivus sentral rahang atas direstorasi. Simpulan: Negosiasi saluran awal dengan hand file direkomendasikan untuk menghindari kesalahan prosedural lebih lanjut selama preparasi, sehingga memfasilitasi desinfeksi sampai ujung apikal dan meningkatkan keberhasilan perawatan endodontik.
Copyrights © 2026