Durasi tidur yang kurang pada kuantitas dan kualitas tidur termasuk sebagai satu hal penyebab hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi tidur dengan stadium hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kelayan Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 408 penderita hipertensi pada tahun 2025, dengan jumlah sampel 80 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling pada bulan April–Mei 2026. Variabel independen penelitian adalah durasi tidur, diukur melalui kuesioner durasi tidur yang telah divalidasi dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,602), sedangkan variabel dependen adalah hipertensi yang diukur menggunakan tensimeter dan stetoskop sesuai standar Kementerian Kesehatan RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia 26–65 tahun, didominasi laki-laki (57,5%) dan mayoritas memiliki pendidikan menengah (SMP–SMA). Sebanyak 51,25% responden memiliki durasi tidur kurang, 25% cukup, dan 23,75% lebih. Analisis hipertensi menunjukkan 55% responden mengalami hipertensi stadium awal, 23,75% stadium 2, dan 21,25% stadium 3. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 15,766 dengan p-value = 0,003 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara durasi tidur dengan stadium hipertensi pada responden. Durasi tidur berhubungan signifikan dengan tingkat hipertensi, sehingga intervensi pengaturan durasi tidur dapat menjadi salah satu upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi.
Copyrights © 2026