Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar memerlukan inovasi yang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan siswa sekaligus meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan teknologi Deep Learning dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa sekolah dasar dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental dan desain pre-test–post-test control group. Penelitian melibatkan kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan platform berbasis Deep Learning dan kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Samples t-test, sedangkan data observasi dan wawancara digunakan untuk memperkuat interpretasi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test kelompok eksperimen sebesar 68,45 meningkat menjadi 85,76 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 17,31 poin. Kelompok kontrol meningkat dari 67,92 menjadi 76,34 atau sebesar 8,42 poin. Selisih peningkatan kedua kelompok mencapai 8,89 poin. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Observasi juga menunjukkan bahwa siswa kelompok eksperimen lebih aktif, antusias, dan mandiri serta lebih responsif terhadap umpan balik otomatis. Dengan demikian, teknologi Deep Learning berpotensi menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui pembelajaran yang adaptif, personal, interaktif, dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Copyrights © 2026