Minimnya pengetahuan keagamaan anak di Desa Kadudamas, belum terbentuknya kebiasaan bangun dan mengikuti salat Subuh secara rutin, serta rendahnya keberanian untuk tampil dan berkomunikasi di depan orang lain menunjukkan perlunya pembinaan yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Kebutuhan tersebut kemudian diwujudkan melalui Program Didikan Subuh sebagai ruang pembinaan keagamaan sekaligus pengembangan karakter dan kemampuan public speaking anak. Metode Pengabdian ini menggunakan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pembinaan dan latihan, pelaksanaan, pengamatan, serta refleksi dengan melibatkan 15 anak. Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan kebiasaan bangun dan mengikuti salat Subuh sebesar 53,34%, pengetahuan keagamaan sebesar 46,66%, keberanian tampil sebesar 60%, kemampuan public speaking sebesar 53,33%, partisipasi aktif sebesar 46,66%, dan tanggung jawab sebesar 46,67%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Program Didikan Subuh mampu menghubungkan pembelajaran keagamaan dengan pembiasaan ibadah, penguatan karakter religius, serta pengembangan keberanian dan kemampuan komunikasi anak. Program ini dapat menjadi ruang pembinaan berbasis masyarakat yang mendukung perkembangan keagamaan dan kapasitas anak secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026