Abstrak: Pemetaan jaringan drainase mikro memerlukan data spasial beresolusi tinggi agar kondisi saluran dan karakteristik topografi dapat direpresentasikan secara rinci. Fotogrametri berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) menjadi salah satu metode yang mampu menghasilkan informasi spasial detail untuk mendukung identifikasi dan inventarisasi jaringan drainase. Penelitian ini bertujuan memetakan jaringan drainase mikro di Universitas Brawijaya menggunakan ortomosaik dan Digital Terrain Model (DTM) hasil UAV fotogrametri. Akuisisi data dilakukan menggunakan UAV DJI Mavic Air 2S pada area seluas 52 ha dengan total 640 foto udara serta dukungan 26 Ground Control Point (GCP) dan 4 Independent Check Point (ICP). Data diolah menggunakan pendekatan Structure from Motion (SfM) dan Multi-View Stereo (MVS) untuk menghasilkan ortomosaik dan DTM. Hasil pengolahan menghasilkan ortomosaik dengan Ground Sampling Distance (GSD) sebesar 2,71 cm/pixel. Uji ketelitian geometrik menunjukkan nilai CE90 sebesar 0,125 m dan LE90 sebesar 0,068 m sehingga memenuhi standar ketelitian peta RBI skala 1:1.000 kelas 1. Integrasi ortomosaik dan DTM memungkinkan identifikasi jaringan drainase mikro yang terdiri atas saluran primer, saluran sekunder, dan saluran irigasi secara rinci. Informasi spasial yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar inventarisasi dan pengelolaan sistem drainase kawasan.
Copyrights © 2027