Berdasarkan data hasil riskesdas tahun 2022 ditemukan kasus malnutrisi cukup tinggi, secara nasional turun dari 24,4% tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Namun demikian, angka wasting dan underweight mengalami peningkatan meskipun tidak progresif. Masih tingginya kasus malnutrisi pada kelompok risiko terutama bayi dan balita salah satu dipengaruhi oleh faktor pengukuran untuk indikator pertumbuhan maupun perkembangan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader, Ibu balita dan pihak-pihak berkepentingan dalam pemantauan tumbuh kembang, cukup berpengaruh terhadap keputusan status gizi anak balita. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pendidikan masyarakat dan pelatihan.Sampel yang digunakan yaitu total sampling, yaitu seluruh kader yang berada di wilayah desa Gunungmanik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa lembar kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader terhadap gizi balita.Terdapat peningkatan pengetahuan pada kader mengenai gizi, stunting, dan pengukuran TB dan BB yang telah dijelaskan dengan kategori tinggi sebanyak 14% atau sebanyak 8 orang dan pengetahuan dengan kategori sedang sebanyak 60% atau sebanyak 35 orang berdasarkan perhitungan N Gain Score. Berdasarkan hasil intervensi yang kami lakukan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan yang dapat dilihat dari hasil post test
Copyrights © 2025