Pembangunan sosial ekonomi yang berkeadilan masih menjadi tantangan akibat adanya ketimpangan antarwilayah, termasuk di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Lampung berdasarkan indikator sosial ekonomi guna mengidentifikasi pola kesenjangan dan karakteristik wilayah. Metode yang digunakan adalah K-Means Clustering dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung tahun 2024, meliputi variabel PDRB ADHK, persentase penduduk miskin, Umur Harapan Hidup (UHH), dan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) pada 15 kabupaten/kota. Penentuan jumlah klaster optimal dilakukan menggunakan metode elbow dan dievaluasi dengan silhouette. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa jumlah klaster dua (k = 2) merupakan konfigurasi yang paling optimal dengan rata-rata nilai Silhouette sebesar 0,4, yang mengindikasikan kualitas pengelompokan cukup baik. Klaster pertama menunjukkan wilayah dengan PDRB tinggi, tingkat kemiskinan rendah, UHH tinggi, dan IKG rendah, sedangkan klaster kedua didominasi oleh wilayah dengan PDRB rendah, kemiskinan tinggi, UHH rendah, dan IKG tinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya disparitas sosial ekonomi yang signifikan antarwilayah di Provinsi Lampung. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih terarah, inklusif, dan berkeadilan.
Copyrights © 2026