Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Kabupaten Keerom. Kondisi ini tercermin dari prevalensi stunting yang fluktuatif, yakni sebesar 28,15% (2019), meningkat menjadi 30,5% (2021), kemudian menjadi 25,9% (2002) hingga mencapai 24,4% (2024). Tren tersebut mengindikasikan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan keluarga tentang gizi seimbang dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita sebagai upaya pencegahan stunting di Sanggaria, melalui edukasi dan demonstrasi penyusunan porsi makan serta praktik responsive feeding kepada 23 ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test–post-test dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa edukasi memberikan peningkatan pengetahuan PHBS yang signifikan (p=0,001), sedangkan peningkatan pengetahuan gizi belum signifikan (p=0,157). Pendekatan edukasi partisipatif yang dipadukan dengan demonstrasi praktik terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta, terutama terkait PHBS. Oleh karena itu, model pemberdayaan ini mampu mendukung pencegahan stunting melalui penguatan kapasitas keluarga dan kader di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026