Latar belakang: Permukiman padat perkotaan menghadapi keterbatasan ruang yang mendorong masyarakat mengoptimalkan ruang komunal, termasuk gang permukiman. Kajian yang mengintegrasikan pemanfaatan gang produktif, ekonomi masyarakat, dan kualitas hidup melalui pendekatan komparatif masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi pemanfaatan gang produktif dalam mendukung ekonomi masyarakat dan kualitas hidup melalui perbandingan Kampung Kue Surabaya dan Dusun Wanasari Denpasar. Metode: Penelitian menggunakan mixed methods dengan desain studi kasus komparatif convergent parallel. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi visual, dan kuesioner terhadap 60 responden. Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif, Independent Sample t-Test, dan effect size (Cohen’s d) untuk mengukur besarnya perbedaan antarkelompok. Analisis kualitatif menggunakan NVivo melalui pengorganisasian coding dalam kategori tematik yang diperkuat dengan kutipan langsung informan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa gang produktif berkontribusi positif terhadap ekonomi masyarakat dan kualitas hidup pada kedua lokasi. Kampung Kue Surabaya menunjukkan kontribusi lebih tinggi dibandingkan Dusun Wanasari Denpasar. Gang berfungsi sebagai ruang produksi, distribusi, pemasaran, dan interaksi sosial yang memperkuat modal sosial. Perbedaan optimalisasi dipengaruhi oleh karakteristik spasial, modal sosial, dan kelembagaan komunitas. Kesimpulan: Gang produktif berpotensi menjadi ruang sosial-ekonomi yang mendukung permukiman produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Optimalisasinya memerlukan penguatan kelembagaan komunitas, infrastruktur pendukung, serta pengelolaan ruang yang efektif untuk mengatasi keterbatasan ruang, sanitasi, dan fasilitas pendukung.
Copyrights © 2026