Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai bahaya kerja, termasuk pajanan biologis, cedera akibat benda tajam, penggunaan alat medis, dan risiko ergonomi. Peningkatan pengetahuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diperlukan sebagai salah satu dasar pembentukan perilaku kerja yang aman. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi K3 dalam meningkatkan pengetahuan keselamatan perawat rumah sakit. Kegiatan dilaksanakan dengan desain one-group pretest-posttest terhadap 30 perawat yang terlibat langsung dalam pelayanan pasien. Intervensi dilakukan melalui edukasi K3 secara interaktif yang meliputi identifikasi potensi bahaya, penggunaan alat pelindung diri (APD), pencegahan cedera akibat jarum dan benda tajam, pencegahan pajanan biologis, prinsip ergonomi, serta pelaporan kecelakaan kerja. Pengetahuan peserta diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test sebelum dan setelah intervensi. Analisis dilakukan dengan membandingkan perubahan nilai pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 64,3 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 20,4 poin atau 31,7%. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 33,3% menjadi 86,7%, sedangkan peserta dengan kategori pengetahuan kurang menurun dari 16,7% menjadi 0%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi K3 berbasis pendekatan interaktif berpotensi menjadi intervensi promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan keselamatan perawat. Secara praktis, hasil kegiatan mendukung penerapan edukasi K3 secara berkala yang disertai demonstrasi dan diskusi kontekstual. Secara akademis, temuan ini memberikan dasar bagi pengembangan penelitian selanjutnya dengan desain eksperimental, kelompok kontrol, dan pengukuran perilaku keselamatan dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026