Masyarakat pesisir memiliki karakter sosial dan budaya yang terbentuk melalui interaksi intensif dengan lingkungan laut. Dalam konteks Kabupaten Indramayu, budaya bahari tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi semata, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial, moral, dan keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun antargenerasi. Pendidikan Islam memiliki posisi serta peran yang sangat strategis dalam menggali, menginternalisasi, dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal tersebut agar menjadi bagian integral dari proses pembentukan karakter religius masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan Islam dan budaya bahari dalam membangun karakter religius masyarakat pesisir Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) serta analisis kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya bahari kaya akan nilai-nilai luhur seperti tawakal, syukur, kerja keras, tanggung jawab, solidaritas, gotong royong, keberanian, dan kepedulian lingkungan yang sangat relevan dengan prinsip pendidikan Islam. Integrasi nilai-nilai tersebut dapat memperkuat pembelajaran kontekstual serta pembentukan karakter religius yang tercermin secara nyata dalam praktik ibadah, perilaku sosial, etika kerja, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Copyrights © 2026