Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pendampingan terhadap seorang siswa dengan hambatan komunikasi verbal melalui pendekatan “Aku dan Kamu Bersama Merangkai Suara”. Pendampingan dilakukan secara bertahap dengan menciptakan lingkungan yang aman, menggunakan komunikasi nonverbal, kartu gambar, buddy system, media audio-visual, latihan artikulasi, teknik desensitisasi suara, serta kolaborasi antara guru, Guru Pendamping Khusus, dan orang tua. Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan kemampuan komunikasi siswa secara bertahap, dimulai dari respons melalui gestur dan kartu gambar, munculnya suara, pengucapan suku kata, kata tunggal, hingga kemampuan merangkai kalimat sederhana. Respons verbal meningkat dari 0% sebelum intervensi menjadi 65% setelah intervensi, sementara perilaku freezing mengalami penurunan. Pendampingan juga memberikan dampak positif terhadap interaksi sosial, kepercayaan diri, serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan literasi. Pendekatan yang aman, konsisten, dan tidak menekan menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan komunikasi siswa secara optimal.
Copyrights © 2026