Perilaku agresif kerap muncul ketika anggota BSO Psychotomotif Fakultas Psikologi UNJANI melakukan tur luar kota, tetapi tidak ditemukan pada kegiatan lain seperti tur dalam kota, kopi darat, bakti sosial, dan kunjungan panti asuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dimensi agresi dan faktor-faktor yang menyebabkan munculnya perilaku agresif pada anggota BSO Psychotomotif Fakultas Psikologi UNJANI. Penelitian menggunakan Theory of Aggression dari Leonard Berkowitz (1993) dengan metode deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling dengan karakteristik yang telah ditentukan. Data utama diperoleh melalui kuesioner yang dikembangkan berdasarkan teori agresi, terdiri atas 48 item dan diberikan kepada 40 anggota BSO Psychotomotif. Data dilengkapi melalui wawancara terhadap 10 anggota yang melakukan perilaku agresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,5% anggota yang mengikuti tur luar kota melakukan perilaku agresif, dan 85% di antaranya menunjukkan agresi dalam bentuk menyakiti orang lain secara fisik. Dimensi agresi yang paling dominan adalah agresi fisik. Faktor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap munculnya perilaku agresif meliputi frustrasi, pengaruh kelompok, dan modeling. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan pengendalian diri dan kepatuhan terhadap aturan selama tur luar kota. Upaya preventif dapat dilakukan melalui optimalisasi divisi tata tertib, pelatihan mengenai tugas, kewajiban, dan hak dalam berkendara, serta penerapan safety riding untuk meningkatkan perilaku berkendara yang aman dan menghormati pengguna jalan lain.
Copyrights © 2026