Penelitian ini mensintesis pemetaan ketersediaan ruang hijau perkotaan dalam konteks kota cerdas (smart city) melalui pendekatan systematic literature review. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan terhadap perencanaan kota berbasis data yang mampu mengintegrasikan informasi spasial, keberlanjutan lingkungan, dan dukungan pengambilan keputusan dalam smart city. Literatur diperoleh dari database Scopus dan sumber tambahan yang relevan. Proses seleksi mengikuti protokol PRISMA, dimulai dari 375 artikel awal hingga menghasilkan 50 artikel yang terdiri atas 31 artikel hasil seleksi Scopus dan 19 artikel dari sumber tambahan untuk dianalisis melalui sintesis tematik. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi metode dominan, dimensi smart city, hubungan antar dimensi, serta kesenjangan penelitian dalam pemetaan ketersediaan ruang hijau perkotaan. Hasil menunjukkan bahwa dimensi teknologi mendominasi kajian UGS, terutama melalui GIS, penginderaan jauh, machine learning, deep learning, big data, dan visualisasi spasial. Dimensi keberlanjutan dan sosial juga berkembang, khususnya terkait pendinginan perkotaan, kualitas lingkungan, aksesibilitas, keadilan spasial, dan kesejahteraan masyarakat, sedangkan aspek tata kelola dan ketahanan masih belum terintegrasi secara optimal. Kajian ini menunjukkan bahwa aspek mapping, availability, dan smart city masih sering diteliti secara terpisah. Kontribusi penelitian ini berupa framework informasi geospasial multidimensional yang mengintegrasikan dimensi teknologi, keberlanjutan, sosial, tata kelola, dan ketahanan untuk mendukung pemantauan UGS serta pengambilan keputusan berbasis data dalam konteks smart city.
Copyrights © 2026