Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wilayah Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, dalam pengembangan sapi bali sebagai komoditas strategis pendukung Ketahanan pangan daerah, regional, dan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari jurnal ilmiah terakreditasi nasional, laporan Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, serta berbagai publikasi resmi lainnya. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengkaji potensi agroklimat, sumber daya pakan, lahan, dan kontribusi sapi bali terhadap Ketahanan pangan. Peneliti menemukan Kabupaten Lamandau memiliki potensi agroklimat yang cocok untuk mengembangbiakkan sapi bali berdasarkan faktor suhu rata‑rata 25‑32 °C, curah hujan tinggi, dan air melimpah. Potensi sumber daya pakan datang dari hijauan alami, rumput budidaya, dan limbah pertanian serta perkebunan. Luas lahan pertanian dan perkebunan masih terbuka, memberi daya dukung besar bagi usaha peternakan sapi bali. Pengembangan sapi bali di Kabupaten Lamandau menambah ketersediaan daging sapi lokal. Pengembangan sapi bali memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Tengah dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Kabupaten Lamandau merupakan wilayah yang potensial untuk pengembangan sapi bali berbasis sumber daya lokal. Penguatan subsektor peternakan sapi bali di daerah ini dapat menjadi strategi penting dalam mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan di tingkat daerah, regional, dan nasional.
Copyrights © 2026