Wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste memiliki karakteristik sosial budaya dan dinamika kewarganegaraan yang khas sehingga memerlukan media pembelajaran bela negara yang kontekstual bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengembangan prototipe Aplikasi Katalog Gatra (Good Attitude to Responsibility and Actualization) berbasis marker-based augmented reality (AR) serta menganalisis integrasi budaya lokal sebagai sumber pemaknaan nilai kewarganegaraan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analisis, desain, dan pengembangan. Analisis kebutuhan dilakukan melalui kuesioner terhadap 218 mahasiswa berusia 18–25 tahun yang dipilih secara purposif dari tiga perguruan tinggi di Kota Kupang, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Timor Tengah Utara serta didukung wawancara dengan dosen. Tahap desain mencakup penyusunan arsitektur aplikasi, antarmuka, navigasi, skenario interaksi berbasis marker, dan integrasi materi bela negara, ketahanan digital, serta budaya lokal. Tahap pengembangan menghasilkan prototipe aplikasi Android yang memadukan visualisasi 3D, animasi, narasi, komik, video, kuis, dan elemen AR. Hasil analisis menunjukkan bahwa 123 responden (56,42%) memiliki tingkat pemahaman AR pada kategori tinggi, 86 responden (39,45%) pada kategori sedang, dan 9 responden (4,13%) pada kategori rendah. Distribusi tersebut menunjukkan kesiapan awal pengguna yang beragam sehingga desain aplikasi memerlukan orientasi penggunaan, petunjuk pemindaian, dan alur interaksi yang sederhana. Prototipe yang dihasilkan merepresentasikan Kain Tenun Timor, Puah Manus, dan Tarian Likurai sebagai objek 3D dan referensi budaya yang secara konseptual menghubungkan identitas lokal dengan patriotisme, tanggung jawab, dan
Copyrights © 2026