Lansia rentan mengalami depresi akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Terapi bercerita (storytelling therapy) merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat membantu lansia mengekspresikan emosi dan memaknai pengalaman hidup secara positif. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan terapi bercerita pada lansia dengan depresi sedang di UPTD Griya Lansia Garut. Penelitian menggunakan desain studi kasus tunggal dengan pengukuran tingkat depresi menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS-15) dengan Cronbach’s alpha = 0,755. Intervensi diberikan selama enam sesi dalam enam hari berturut-turut, masing-masing 20–30 menit menggunakan komunikasi terapeutik. Hasil menunjukkan penurunan skor GDS-15 dari 11 (depresi sedang) menjadi 7 (depresi ringan), disertai peningkatan keterbukaan, penerimaan diri, dan harapan hidup serta penurunan emosi negatif. Terapi bercerita menunjukkan respons positif dan berpotensi digunakan sebagai intervensi non-farmakologis dalam pelayanan keperawatan gerontik. Kata kunci: Lansia, Depresi, Terapi Bercerita
Copyrights © 2026