Latar Belakang: Osteoarthritis genu merupakan gangguan degeneratif pada sendi lutut yang ditandai oleh kerusakan kartilago disertai perubahan pada struktur sendi lainnya. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot, serta gangguan aktivitas fungsional. Ultrasound yang dipadukan dengan terapi latihan merupakan salah satu intervensi fisioterapi yang digunakan untuk mengatasi gangguan tersebut. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada seorang pasien dengan osteoarthritis genu dextra. Pasien menjalani empat sesi intervensi fisioterapi berupa ultrasound dan terapi latihan. Evaluasi dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS), goniometer, Manual Muscle Testing (MMT), dan Skala Jette. Hasil: Setelah empat sesi intervensi, terjadi penurunan nyeri diam dari skor 5 menjadi 2, nyeri tekan dari 6 menjadi 4, dan nyeri gerak dari 8 menjadi 5. Kekuatan otot hamstring meningkat dari nilai 3 menjadi 4, sedangkan kekuatan otot quadriceps meningkat dari nilai 4 menjadi 5. Lingkup gerak sendi aktif bertambah dari S 0°–0°–120° menjadi S 0°–0°–130°, sedangkan lingkup gerak pasif meningkat dari S 0°–0°–130° menjadi S 0°–0°–135°. Perubahan tersebut diikuti oleh kemampuan aktivitas fungsional yang mengalami perbaikan berdasarkan hasil pengukuran Skala Jette, terutama pada aktivitas jongkok ke berdiri dan tingkat kesulitan saat naik dan turun tangga. Kesimpulan: Pemberian ultrasound yang dipadukan dengan terapi latihan memberikan perubahan klinis berupa penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot, bertambahnya lingkup gerak sendi, dan perbaikan kemampuan aktivitas fungsional pada pasien dengan osteoarthritis genu dextra.
Copyrights © 2026