Latar Belakang: Fraktur radius 1/3 proksimal merupakan cedera lengan bawah yang berisiko menimbulkan komplikasi pascaoperasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) akibat imobilisasi, seperti nyeri, keterbatasan Lingkup Gerak Sendi (LGS), penurunan kekuatan otot, dan disabilitas fungsional. Oleh karena itu, intervensi fisioterapi yang tepat sangat diperlukan untuk meminimalkan komplikasi dan mengoptimalkan pemulihan fungsional pasien. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penatalaksanaan fisioterapi dengan modalitas Infrared (IR), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Free Active Exercise, dan Hold Relax Exercise pada kondisi post ORIF fraktur radius 1/3 proksimal. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus pada seorang pasien perempuan Nn. I, 27 tahun dengan diagnosis post ORIF fraktur radius 1/3 proksimal sinistra. Evaluasi klinis dilakukan sebanyak 4 kali sesi terapi (T1–T4) yang meliputi pengukuran nyeri dengan Visual Analogue Scale (VAS), LGS dengan goniometer, kekuatan otot dengan Manual Muscle Testing (MMT), serta kemampuan fungsional dengan kuesioner Disabilities of the Arm, Shoulder and Hand (DASH). Hasil: Setelah mendapatkan 4 kali intervensi, diperoleh penurunan nyeri tekan dari skala 1 menjadi 0 dan nyeri gerak dari skala 3 menjadi 2. LGS aktif fleksi-ekstensi elbow meningkat dari S 5°–0°–130° menjadi S 0°–0°–135°, serta supinasi-pronasi meningkat dari R 85°–0°–70° menjadi R 90°–0°–75°. Kekuatan otot fleksor, ekstensor, supinator, dan pronator elbow meningkat dari grade 4 menjadi grade 5. Skor disabilitas fungsional DASH membaik secara signifikan dari 32,5% menjadi 20%. Kesimpulan: Penatalaksanaan fisioterapi dengan kombinasi Infrared, TENS, Free Active Exercise, dan Hold Relax Exercise efektif dalam mengurangi nyeri, meningkatkan LGS, meningkatkan kekuatan otot, serta mengoptimalkan kemampuan fungsional pasien post ORIF fraktur radius 1/3 proksimal sinistra.
Copyrights © 2026