Jurnal Kreativitas PKM
Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)

Program Pencegahan Inkontinensia Urine untuk Lansia dengan Edukasi Kesehatan Urologi dan Pelatihan Senam Kegel di Kelurahan Debong Kulon

Cuciati Cuciati (Poltekkes Kemenkes Semarang")
Sri Hidayati (Poltekkes Kemenkes Semarang)
Ahmad Baequny (Poltekkes Kemenkes Semarang)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2026

Abstract

ABSTRACT Urinary incontinence is a common health problem among older adults caused by a decline in urinary system function and weakness of the pelvic floor muscles. This condition may lead to physical, psychological, and social consequences, ultimately reducing the quality of life of older adults. Data from the local community health center indicated that approximately 30% of older adults in Debong Kulon Village, Tegal City, experienced urinary incontinence. Limited knowledge regarding urological health and pelvic floor muscle exercises has contributed to the inadequate management of this condition.  This community service program aimed to empower older adults through urological health education and Kegel exercise training to improve their knowledge, skills, and ability to independently implement urinary incontinence prevention measures. The program was conducted through urological health education, Kegel exercise training, practical assistance, and follow-up screening. A total of 30 older adults in Debong Kulon Village, Tegal City, participated in the activity. Knowledge was evaluated using pre-test and post-test questionnaires, while participants’ Kegel exercise skills were assessed through direct observation and follow-up screening after the intervention. The results showed an improvement in participants' knowledge after the intervention. The proportion of participants with good knowledge increased from 3.3% during the pre-test to 93% during the post-test, while those with poor knowledge decreased from 80% to 0%. Follow-up screening results revealed that all participants (100%) were able to correctly perform Kegel exercises and reported benefits such as reduced urinary frequency compared to before the intervention. Urological health education combined with Kegel exercise training and follow-up screening effectively improved older adults’ knowledge of urinary incontinence and enhanced their ability to perform Kegel exercises independently. This program has the potential to serve as a promotive and preventive strategy for urinary incontinence prevention and quality-of-life improvement among older adults in the community. Keywords: Incontinence, Older Adults, Kegel Exercise, Health Education.  ABSTRAK Inkontinensia urine merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia akibat penurunan fungsi sistem perkemihan dan kelemahan otot dasar panggul. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, sosial, serta menurunkan kualitas hidup lansia. Berdasarkan data Puskesmas setempat, sekitar 30% lansia di Kelurahan Debong Kulon Kota Tegal mengalami masalah inkontinensia urine. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan urologi dan latihan otot dasar panggul menjadi salah satu penyebab masalah ini belum tertangani secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan lansia melalui edukasi kesehatan urologi dan pelatihan senam Kegel guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan lansia dalam menerapkan upaya pencegahan inkontinensia urine secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui edukasi kesehatan urologi, pelatihan senam Kegel, pendampingan praktik, serta skrining tindak lanjut. Kegiatan melibatkan 30 lansia di Kelurahan Debong Kulon Kota Tegal. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan, sedangkan keterampilan senam Kegel dievaluasi melalui observasi praktik dan skrining tindak lanjut setelah kegiatan. Terjadi peningkatan pengetahuan lansia mengenai inkontinensia urin setelah diberikan edukasi kesehatan. Proporsi peserta dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 3,3% pada saat pre-test menjadi 93% pada saat post-test, sedangkan peserta dengan tingkat pengetahuan kurang menurun dari 80% menjadi 0%. Hasil skrining tindak lanjut menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) mampu melakukan senam Kegel dengan benar serta merasakan manfaat berupa berkurangnya frekuensi berkemih dibandingkan sebelum intervensi. Edukasi kesehatan urologi yang dikombinasikan dengan pelatihan senam Kegel dan skrining tindak lanjut terbukti meningkatkan pengetahuan lansia tentang inkontinensia urine serta meningkatkan keterampilan lansia dalam melakukan latihan Kegel secara mandiri. Program ini berpotensi menjadi salah satu strategi promotif dan preventif dalam upaya pencegahan inkontinensia urine serta peningkatan kualitas hidup lansia di masyarakat. Kata Kunci: Inkontinensia, Lansia, Senam Kegel, Edukasi Kesehatan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kreativitas

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada ...