Journal of Public Health Concerns
Vol. 6 No. 6 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns

Konseling keluarga berencana pada pasangan usia subur sebagai upaya mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera

Eli Zuana (Universitas Malahayati Bandar Lampung)
Clara Puspita (Universitas Malahayati Bandar Lampung)
Dhiny Easter Yanti (Universitas Malahayati Bandar Lampung)
Khoidar Amirus (Universitas Malahayati Bandar Lampung)
Yuni Nurpela (Universitas Malahayati Bandar Lampung)
Arini Rahmawati (Universitas Malahayati Bandar Lampung)
Intan Obella (Universitas Malahayati Bandar Lampung)
Eka Fitri Yana (Universitas Malahayati Bandar Lampung)
Mutiara Adelia Putri (Universitas Malahayati Bandar Lampung)
Mita Julpiana (Universitas Malahayati Bandar Lampung)
Leoni Agustia Ratna Intan (Universitas Malahayati Bandar Lampung)



Article Info

Publish Date
28 Aug 2026

Abstract

Background: Family Planning (KB) is a government program aimed at improving reproductive health, controlling birth rates, and fostering healthy, prosperous families. Challenges to the program's success include limited public knowledge regarding contraceptive methods, persistent myths about family planning, and a lack of partner involvement in decision-making. Therefore, counseling activities for couples of reproductive age are essential to enhance public understanding and awareness regarding the importance of the Family Planning program. Purpose: To increase public knowledge and awareness regarding the importance of the Family Planning program. Method: Counseling activities were conducted in the Langkapura District, Bandar Lampung, from May 16 to June 5, 2026, involving 40 respondents selected via purposive sampling. Data were collected using a questionnaire measuring respondents' knowledge levels regarding the Family Planning program and subsequently analyzed descriptively using SPSS software. Results: Showed that the mean age of respondents was 34.43 years, with the majority (15 respondents or 37.5%) falling within the 30–39 age range. Most respondents (26 or 65.0%) demonstrated a good level of knowledge regarding family planning, while 14 respondents (35.0%) possessed a fair level of knowledge; no respondents fell into the "poor knowledge" category. Following the counseling, respondents demonstrated improved understanding regarding the benefits of family planning, types of contraceptives, side effects, and the crucial role of husbands in supporting the program's success. Conclusion: Family planning (FP) counseling is effective in increasing knowledge regarding contraceptive methods among couples of reproductive age. Enhanced understanding of contraception positively impacts the fostering of awareness and the management of family health specifically concerning recommended birth spacing and the prevention of side effects associated with hormonal contraceptives. Suggestion: Continuous education and counseling are expected to reduce public misconceptions, improve the selection of appropriate contraceptive methods, and support the realization of healthy, prosperous, and high-quality families. Keywords: Contraceptive methods; Counseling; Couples of reproductive age; Family planning Pendahuluan: Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi, mengendalikan angka kelahiran, serta mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai metode kontrasepsi, masih berkembangnya mitos tentang KB, serta kurangnya keterlibatan pasangan dalam pengambilan keputusan menjadi tantangan dalam keberhasilan program tersebut. Oleh karena itu, kegiatan konseling kepada pasangan usia subur (PUS) diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya program Keluarga Berencana (KB). Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya program Keluarga Berencana (KB). Metode:  Kegiatan konseling dilaksanakan di wilayah Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung pada tanggal 16 Mei–5 Juni 2026 dengan melibatkan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan responden mengenai program Keluarga Berencana, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan program SPSS. Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 34.43 tahun dan mayoritas berada direntang usia 30-39 tahun yaitu sebanyak 15 responden (37.5%). Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 26 responden (65.0%) mengenai keluarga berencana, sedangkan 14 responden (35.0%) memiliki tingkat pengetahuan cukup. Tidak terdapat responden dengan kategori pengetahuan kurang. Setelah mengikuti konseling, responden menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai manfaat KB, jenis-jenis kontrasepsi, efek samping, serta pentingnya peran suami dalam mendukung keberhasilan program KB. Simpulan: Kegiatan konseling keluarga berencana (KB) efektif meningkatkan pengetahuan tentang media kontrasepsi pada pasangan usia subur (PUS). Meningkatnya pemahaman tentang kontrasepsi memberikan dampak positif dalam menumbuhkan kesadaran dan mengelola kesehatan keluarga khususnya mengenai jarak kehamilan yang dianjurkan dan mencegah efek samping KB hormonal. Saran: Edukasi dan konseling yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mengurangi kesalahpahaman masyarakat, meningkatkan pemilihan media kontrasepsi yang tepat, serta mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

phc

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami ...