Background: Vaginal discharge is a common reproductive health issue among women, occurring in both physiological and pathological forms. A lack of knowledge regarding the distinction between these two conditions leads many women to regard all forms of discharge as normal, resulting in delayed medical examination and treatment. Observations at the Majelis Sirrul Anwar in Sintang Regency revealed that there are still women unable to distinguish between physiological and pathological discharge or understand proper reproductive hygiene practices. Purpose: To improve women's knowledge regarding physiological and pathological vaginal discharge through health education using leaflets. Method: This community service activity was conducted on July 15, 2026, at the Majelis Sirrul Anwar in Sintang Regency, with 45 women participating as respondents. The activity aimed to provide reproductive health knowledge to women regarding the differentiation between physiological and pathological vaginal discharge. Levels of knowledge and understanding were assessed using a one-group pretest-posttest design, utilizing questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational session. Evaluation involved comparing pretest and posttest results to measure improvements in knowledge and understanding, thereby supporting early detection of reproductive health issues. Results: The findings showed an increase in the participants' average knowledge score from 51.1 points at the pre-test to 87.8 points at the post-test, representing a 71.8% increase. In terms of proportions, the number of respondents with knowledge in the "good" category rose from just 5 (11.1%) before the education session to 38 (84.4%) afterward. Descriptively, the improvement in knowledge also reflected heightened awareness regarding the maintenance of reproductive health and an improved ability to recognize signs of vaginal discharge requiring medical attention. Conclusion: Health education using leaflets proved effective in enhancing participants' knowledge regarding physiological and pathological vaginal discharge. The activity successfully improved mothers' knowledge about these types of discharge and raised awareness of the importance of maintaining reproductive health. Suggestion: Respondents are encouraged to apply the knowledge gained in their daily lives—specifically by maintaining reproductive hygiene, recognizing signs of pathological vaginal discharge, and promptly seeking medical attention at a healthcare facility if they experience abnormal symptoms. Keywords: Health education; Reproductive health; Vaginal discharge; Women Pendahuluan: Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami perempuan, baik yang bersifat fisiologis maupun patologis. Rendahnya pengetahuan mengenai perbedaan kedua kondisi tersebut menyebabkan banyak perempuan menganggap semua jenis keputihan sebagai kondisi normal sehingga terlambat melakukan pemeriksaan dan penanganan. Berdasarkan hasil observasi di Majelis Sirrul Anwar Kabupaten Sintang, masih ditemukan ibu yang belum mampu membedakan keputihan fisiologis dan patologis serta belum memahami cara menjaga kebersihan organ reproduksi dengan benar. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang keputihan fisiologis dan patologis melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2026, bertempat di Majelis Sirrul Anwar Kabupaten Sintang. Kegiatan di ikuti oleh 45 orang ibu untuk menjadi responden. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kesehatan reproduksi pada ibu terkait dalam membedakan keputihan fisiologis dan keputihan patologis. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman responden dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest untuk melihat peningkatan pengetahuan dan pencapaian pemahaman responden dalam menjaga kesehatan reproduksi sebagai upaya melakukan deteksi dini terhadap gangguan pada organ reproduksi perempuan. Hasil: Menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta dari 51.1 poin pada saat pretest menjadi 87.8 poin pada saat posttest atau mengalami peningkatan sebesar 71.8%. Peningkatan pengetahuan responden secara proporsional menunjukkan sebelum edukasi dilaksanakan sebanyak hanya 5 responden (11.1%) yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik dan menjadi sebanyak 38 responden (84.4%) setelah kegiatan edukasi. Secara deskriptif peningkatan pengetahuan juga menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dalam menjaga kesehatan reproduksi serta kemampuan dalam mengenali tanda-tanda keputihan yang memerlukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Simpulan: Edukasi kesehatan menggunakan media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai keputihan fisiologis dan patologis. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu tentang keputihan fisiologis dan patologis serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Saran: Diharapkan kepada responden dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga kebersihan organ reproduksi, mengenali tanda-tanda keputihan patologis, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang tidak normal.
Copyrights © 2026