Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sering digunakan sebagai indikator ringkas keberhasilan akuntabilitas keuangan pemerintah. Namun, opini tersebut secara konseptual menilai kewajaran penyajian laporan keuangan dalam semua hal yang material dan tidak identik dengan ketiadaan kelemahan pengendalian, ketidakpatuhan, atau risiko operasional. Penelitian ini menganalisis hubungan antara opini WTP, karakteristik laporan keuangan, pengendalian intern, tindak lanjut hasil pemeriksaan, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pada Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal dan analisis dokumen. Sumber utama adalah Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan BPS Tahun 2024 Nomor 20.a/LHP/XV/05/2025 dan Laporan Keuangan BPS Tahun 2024 Audited. Analisis dilakukan melalui ekstraksi data, analisis horizontal 2023–2024, klasifikasi area risiko, pattern matching dengan agency theory dan konsep pengendalian intern, serta interpretasi materialitas audit. BPS memperoleh opini WTP pada entitas dengan 528 satuan kerja. Realisasi belanja 2024 sebesar Rp4,412 triliun atau 92,37 persen dari pagu Rp4,776 triliun, sedangkan total aset sebesar Rp5,375 triliun dan aset tetap neto mencapai sekitar 97,57 persen dari total aset. Catatan atas Laporan Keuangan juga mengungkap pemantauan tindak lanjut atas 18 temuan pemeriksaan TA 2023 yang mencakup PNBP, belanja, pengadaan, perjalanan dinas, persediaan, kas, aset tetap, aset tak berwujud, dan dana yang dibatasi penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WTP lebih tepat diposisikan sebagai outcome kewajaran pelaporan, bukan proksi tunggal kualitas tata kelola. Kontribusi penelitian adalah Integrated Financial Control Model yang menghubungkan pemetaan risiko satuan kerja, pengendalian preventif, continuous transaction monitoring, rekonsiliasi keuangan-BMN, early warning, audit internal berbasis risiko, tindak lanjut berbasis akar penyebab, reliable financial reporting, dan akuntabilitas publik.
Copyrights © 2026